“Selamat pagi ibu Fina. Apa kabar ibu?” “Baik, Dok.” “Suaminya nggak ikut, Bu?” “Saya suaminya, Dok.” “Loh…, Rio. Ngapain kamu ke sini?” “Mengantar istri saya.” “Rio suaminya ibu Fina? Terus laki-laki yang tempo hari siapanya ibu?” Fina menepuk keningnya sendiri. Dia lupa bahwa kemarin dokter ini juga yang memeriksanya dan mengabari bahwa dirinya tengah mengandung. Hanya saja laki-laki yang menemani Fina tempo hari adalah Rafael. Dan hingga detik ini Fina lupa menceritakannya pada Mario soal itu. Mario memasang ekspresi terkejut dan menatap Fina dengan pandangan seolah bertanya 'Siapa?' Fina hanya membalas dengan senyum kikuk. “Itu..., itu teman saya, Dok. Kebetulan yang bantu waktu saya pingsan.” “Loh, jadi kemarin kamu sampai pingsan? Kenapa nggak cerita apa-apa? Bikin bang Iyo

