33. Sebuah Pengakuan

1833 Words

Bel unit apartemen Mario berdering berkali-kali seolah orang di balik pintu itu sedang kehabisan stok kesabaran untuk sekedar menunggu sang pemilik apartemen membukakan pintu untuknya.Fina melangkahkan kakinya perlahan, karena memang saat ini hanya ada dia di apartemen itu. Mario sedang menghadiri rapat pemegang saham dan akan pulang larut malam. Dilihatnya jam di dinding kamar, menunjukkan pukul satu malam. Fina memang belum benar-benar tertidur saat ini. Pikirannya berkecamuk menebak siapa yang datang ke apartemennya tengah malam begini? Karena tidak mungkin Mario yang memencet bel seperti orang kesetanan begitu. Fina mengelus perutnya yang mulai membuncit memasuki usia enam bulan. Dilihatnya orang di balik pintu apartemennya dari celah kecil di tengah-tengah pintu. Seorang perempuan be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD