Siena pun buru-buru melompat dari atas meja dengan wajah panik. Ia menurunkan kembali blouse-nya kemudian berdiri disamping Aaron untuk membenarkan kembali rambut Aaron yang ia remas hingga berantakan. Aaron mendudukkan dirinya dan berkutat kembali dengan pekerjaannya sementara Siena berdiri dengan tangan saling mengait di depan tubuhnya. "Masuk,” kata Aaron dengan nada dingin dan penuh wibawa. Tak berapa lama pintu terbuka, menampakkan seorang wanita berambut pirang dan pendek sebahu, dengan dress santai dan sepatu hak tinggi. Sosok itu masuk dan tersenyum senang. "Hay!" sapa Kiara dengan wajah senang. Wanita itu masuk sambil mengangkat sebuah rantang makanan. "Kiara?" Siena bertanya dengan nada sedikit terkejut. Namun buru-buru ia merubah kembali ekspresinya. "Kalian pasti belum ma

