"Stop, stop!" Siena mendorong d**a kokoh Aaron darinya. Ia meraup napas sebanyak-banyaknya dengan wajah memerah. Hawa panas juga menyelimuti mereka dan sekitarnya, bahkan pendingin di dalam mobil pun tak memberikan rasa dingin bagi Siena. "Kau harus pulang, Kiara pasti sedang menunggumu,” lanjutnya. Siena membenarkan rambutnya yang berantakan dan pakaiannya yang tersingkap. Ia bersiap akan turun dari mobil Aaron, namun pria itu menarik kembali tangannya dan mengecup bibirnya dengan singkat. "Aaron!" Siena merengut sebal. Sebelum keluar Siena melirik Aaron yang juga sedang menatapnya dengan dalam dan tajam. Gadis cantik itu menyeringai, tanpa diduga mencium leher Aaron dan meninggalkan noda lipstik si kerah bajunya. "Nanti Kiara akan main ke apartemenku, mungkin dia akan mengajakmu,” ka
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


