26

1025 Words

"Kalau iya Mas mau apa?" "Jangan cemburu disaat kamu jelas tahu pemilik hati Mas itu siapa, lagian kamu harus cemburu kenapa? Posisi istri itu dimana-mana lebih kuat Wa" aku menghela nafas jengah dan melepas dekapan Mas Adam paksa, yang bener aja Mas Adam ngomong masalah posisi, kalau posisi ya memang aku lebih kuat, tapi ngeliat perempuan lain nempel-nempel sama suami kamu itu sakit, hati aku gak setegar itu untuk ngizinin perempuan lain ngegandeng lengan suami aku gitu aja. "Mas bener-bener ya, masalah posisi Nawa juga tahu, tapi Mas pernah mikirin perasaan Nawa gak? Sekarang coba kita balik, seandainya ada laki-laki lain yang meluk Nawa di depan Mas, apa Mas masih bisa bersikap setenang itu? Gak jugakan?" Kalau hanya karena sahabat sakit makanya Mas Adam bersikap kaya gini, seharusnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD