28

995 Words

"Gak, Nawa cuma ngasih tahu Mas rasanya cemburu itu gimana? Kita impas, satu sama" Aku ninggalin Mas Adam yang masih terpaku ditempat dengan ucapan aku barusan, duh duh kaget sampai segitunya belum juga aku apa-apain tapi reaksinya kaya orang kena apaan? "Mas ngapain masih berdiri disitu? Bukannya Mas masuk ke kamar mau ikutan tidur ya? Kalau Mas mau begadang Nawa minta maaf, gak sanggup nemenin" Sekuat tenaga aku udah nyoba nahan ketawa sekarang, Mas Adam lumayan lucu kalau di kerjain kaya gitu, berasa punya mainan baru, harus sering-sering kayanya nih dikerjainnya. "Nawa" panggilan Mas Adam yang cuma aku jawab dengan deheman. "Mas tahu kamu belum tidur, jadi jawab atau_ "Atau apa? Mau dicium? Sini-sini, udah halal juga pun" dan tawaku beneran pecah, aku udah gak bisa nahan ketawa kala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD