31

1221 Words

"Mas gak marah sama kamu" aku mengangkat kepalaku yang tertunduk dan mendapati Mas Adam udah berdiri didepan kita bertiga sekarang. "Kita berdua keluar dulu" ucap Uty narik lengan Icha turun meninggalkan aku sama Mas Adam penuh kecanggungan, sepeninggalan Icha sama Uty, Mas Adam juga ikut duduk tepat dihadapanku. Aku yang beneran ngerasa bersalah bahkan gak berani melihat Mas Adam apalagi nanyak apapun. "Nawa udah makan?" tanya Mas Adam lembut mengusap surai rambutku. "Nawa minta maaf, gak seharusnya Nawa bersikap kaya gitu sama Mas" cicitku masih tertunduk. "Nawa gak perlu minta maaf, Mas gak papa, sekarang jawab pertanyaan Mas, Nawa udah makan?" aku hanya menggeleng untuk pertanyaan Mas Adam. "Nawa gak laper Mas" "Wa, liat Mas, Mas gak marah sama kamu, kenapa Nawa harus setakut ini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD