22

1103 Words

"Dengerin Kakak, apapun yang terjadi Kakak sama Mas Ali gak akan ngizinin siapapun nyakitin kamu, duduk dan dengerin penjelasan suami kamu setelahnya Kakak gak akan maksa apapun, semua pilihannya ada dikamu" Setelah yakin dengan ucapan Kak Lian, aku juga balik mengikuti Kak Lian duduk dikursi aku tadi, aku cuma bisa natap Mas Ali dan Kak Lian bergantian dengan tatapan pasrah aku sekarang, sekilas Mas Adam juga cuma bisa natap aku dengan tatapan menusuknya, kebangetan ni orang, gak punya rasa bersalah sedikitpun apa gimana? Ngeliat tatapan menusuk Mas Adam jujur aja malah ngebuat aku makin kesel, kalau dia memang punya niatan untuk minta maaf dan ngejelasin, itu tatapan di kondisikan sedikit kenapa? Dia gak berniat mau ngajak aku berantem sekarangkan? "Kalau gak ada yang mau ngomong mendin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD