Party

885 Words
Romeo mendekati kaleng soda dan mengendusnya. Allegra menatapnya dingin. Romeo nampak tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Ada apa?" "Tidak tuan. Maafkan nona Lisa, dia memang sedang mabuk. Nampak colanya dicampur martini." "Lisa...."geram Allegra menarik nafas dan menghembuskannya. Keesokan harinya, pagi pagi dimansion Allegra sudah ramai dipenuhi orang yang berpesta di kolam renangnya. Memang cuaca di Paris saat ini sedang panas. Lisa menyunggingkan senyumnya di dapur menatap kolam renang dari jendela. Nampak terlihat reuni para jalang dan pria pria berhidung belang termasuk ketiga teman Allegra dan anak buahnya. "Anda tidak bergabung nona?"tanya Romeo yang sengaja lewat dan melihat penampilan Lisa yang tengah memakai kaos putih dan hotpants levis juga sepatu sneakers putih. "Aku merasa jijik melihatnya. Kecuali kau yang menemani bagaimana?"tanya Lisa menaik turunkan alisnya pertanda ada maksud tertentu yang tersirat dan dipahami Romeo. "Saya akan temani apabila nanti anda takut dibuat cemburu oleh tuan Alle."kekeh Romeo membuat Lisa mengurucutkan bibirnya kesal. Lisa dan Romeo berjalan menuju kolam renang dan tersenyum menyapa semua orang. Nampak Allegra bersama ketiga temannya. Namun ketika Lisa mendekat, Allegra nampak memangku Beca yang memakai bikini kuning cerahnya. Lisa melihat tubuh Allegra dan keriga temannya dengan menggeleng pelan. Idaman. Tubuh yang kekar tegap dan sixpack. Apalagi aroma tubuh vanila Allegra yang khas. "Oh, Lisa tidak ikut pesta?"tanya Beca mengejek membuat semua orang memusatkan fokusnya pada Lisa. "Untuk apa aku ikut pestanya para jalang?"sinis Lisa membuat Beca marah. "Jangan sok suci kau! Memang kau cantik, tapi Alle memilih aku dari pada kau karena tubuhmu yang tidak menggairahkan sama sekali." "Oh ya? Syukurlah kau berkata seperti itu. Aku jadi tahu mengapa Alle begitu tak suka. Ternyata-" "Memang."dingin Allegra membuat suasana tiba tiba memanas. Byuur..... Lisa hilang keseimbangan seketika saat Beca mendorongnya ke kolam renang. Romeo yang tengah panik langsung membuka kemeja hitamnya dan menampilkan tubuhnya yang tak kalah bagus dengan tatto didadanya. Semua wanita sudah memekik takjub. Lain dengan Allegra yang sudah memandang sengit Beca. Lisa yang sudah diambang kesabaran, kini menundukkan kepalanya berusaha mengontrol emosi. "Nona kau tak apa?"tanya Romeo membuat Lisa mendongakkan kepalanya dan tersenyum menyeringai. "Kau tahu Beca. Seorang model pasti terpilih karena terkenal akan tubuhnya yang indah. Aku jadi tahu Alle adalah pria yang bajingan. Dan aku tahu, ia tak berminat padaku. So, akan aku buktikan padamu. Siapa Lisa sebenarnya."ucap Lisa memiringkan kepalanya sambil menyeringai membuat siapapun yang menatapnya merinding. "Nona Lisa-"panik Romeo membuat Lisa tersenyum. "Aku tetap Lisa."ucapnya membuat Romeo tenang. Lisa membalikkan tubuhnya membelakangi semua orang. Membuat mereka penasaran. Lisa menggelung rambutnya cepol dan menampilkan tengkuknya yang indah bertatto sepasang sayap yang menawan. Ia memakaikan sepasang tindik ditelinga dan mulai membuka kaosnya membuat semua pria yang ada membulatkan matanya termasuk Allegra. Mencepol saja sudah membuat megap megap. Lisa memakai bra biru muda polos dan membalikkan tubuhnya membuat semua orang meneguk ludahnya susah payah. Disana ada tatto bunga mawar hitam ditulang selangkanya. Lisa mengarahkan pandangannya pada Romeo. Ia mengacungkan jari tengahnya sambil tersenyum menggoda. Membuat para pria harus menahan hasratnya hingga tersiksa terlebih Allegra. "Nona. Saya tidak suka tubuh anda diperlihatkan. Saya tidak suka para pria memandang anda ingin menerkam."ucap Romeo sambil tersenyum dan mulai memasuki kolam renang. Adegan mereka tak pernah luput dari pandangan. Romeo merasa tertantang, selain menahan hasratnya pada bosnya sendiri. Ia juga ingin tertantang oleh kemarahan Allegra. Ia ingin sedikit bermain main saat ini. Kita nikmati saja, Romeo tak takut dengan siapa saja. "Tenang saja Romeo. Semua orang tak akan berminat dan berhasrat padaku." "Mereka bodoh nona. Mereka terlalu bodoh! Saya bahkan bisa menggagahi anda 3 hari 3 malam kalau perlu."ucap frontal Romeo membuat Lisa tertawa ringan. Dalam hatinya ia ingin menggorok leher pria dihadapannya ini. Sedangkan Allegra mati matian menahan gejolak marah bercampur nafsu. "Benarkah?" "Ya. Benar nona, kalau tuan Alle selalu menuduh kita sebagai sepasang kekasih. Lalu mengapa kita tidak lakukan saja apa maunya?"ucap Romeo semakin membuat Lisa terkekeh. Ia sudah menang telak dari Allegra. Bahkan saat ini Romeo mengangkat tubunya ke atas kolam renang dan membuat semua pria terkejut dan susah bernafas karena selain ramping, Lisa juga punya sixpack. Sungguh cocok kedua pasangan ini. "Kau serius?"goda Lisa yang semakin membuat suasana gerah. "Ya. Bagaimana? Anda milik saya. "Ucap Romeo mengangkat tinggi kaki jenjang Lisa dan mencopot sepatunya serta memasang gelang kaki dan terakhir mencium tatto di tungkainya bersamaan dengan pekikan para wanita yang dibuat meleleh dengan kemesraan keduanya. Sudah cukup! Sudah cukup Allegra bersabar. Hingga ia sudah tak tahan lagi mendengar ucapan Romeo. Lisa adalah miliknya! Dan selamanya akan jadi miliknya. Tatapan Lisa saja sudah mampu membuat hasratnya naik. Apalagi saat Lisa sudah seperti ini. Bahkan Allegra taksegan segan akan mencongkel mata semua orang yang menatapnya lapar. Allegra berjalan menghampiri Lisa dan dengan gerakan cepat mengangkat tubuhnya ala bridal style, membuat semua orang membulatkan matanya. "Alle! Turunkan aku. Apa apaan kau ini!"pekik Lisa dalam gendongannya dan berusaha melepaskan diri. "DIAM!"bentak Alle membuat semuanya takut dan seketika Lisa diam membeku. "Alle-"panggil Angelo. "JANGAN MELIHAT LISA DENGAN TATAPAN SEPERTI ITU LAGI! ATAU KALIAN SEMUA AKAN JADI SANTAPAN BINATANG BUAS. AKU TIDAK PANDANG BULU, TERMASUK KALIAN BERTIGA."ucap Allegra menunjuk ketiga temannya. Allegra sudah membawa Lisa masuk kedalam rumah. Semua pelayan nampak panik. "Kunci pintu kamar utama. Jangan kalian buka dan jangan ganggu aku. Aku akan memberinya pelajaran."ucap Allegra menatap datar Lisa. Pintu terkunci sesuai perintah Allegra. Ruangan yang kedap suara semakin membuat Lisa gemetar. "Alle-"cicit Lisa berusaha menatap mata Allegra yang saat ini benar benar marah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD