Renata telah mengakhiri sambungan telepon dengan Roni tepat sebelum ia mendengar suara bel dari pintu apartemennya. Bisa dipastikan bahwa yang memencet bel adalah Hendra. Lelaki itu ternyata sudah kembali. Cepat sekali. Keyakinan Renata ternyata benar. Ketika ia membuka pintu, lelaki itu tampak menatapnya dengan pandangan dingin. “Teleponan sama siapa?” tanya lelaki itu. “Cepet banget,” gumam Renata terlihat santai. “Ngapain harus lama-lama.” Lelaki itu kemudian masuk begitu saja ke apartemen Renata. Melihat dari pakaiannya, Hendra sepertinya benar-benar baru tiba dan langsung datang kemari. Padahal seharusnya lelaki itu ke apartemennya. “Bapak nggak salah masuk apartemen?” tanya Renata. Sejak berbincang dengan Roni melalui telepon tadi, mood Renata kini menjadi tenang dan ia merasa

