Pada tanggal 5 Oktober 2029, situasi perang semakin buruk. Banyaknya nuklir yang berterbangan di atas udara. Namun, sebagian besar nuklir itu bisa dihentikan dan dilepaskan ke luar angkasa agar tidak membahayakan publik.
Selain itu, teknologi di bidang militer berkembang pesat. Saking pesatnya, mereka menggunakan teknologi mutakhir demi memenangkan pertarungan. Ilberia dan Fen Yu salah satunya.
Meskipum perang baru dimulai, warga sipil bisa melanjutkan aktivitas mereka. Tidak berlaku pada kota yang akan diserang. Kota di luar perbatasan negara menjadi korban penyerangan.
Pendaratan prajurit dari udara sudah dilakukan. Hanya saja, belum efektif karena hasil dari pendaratan itu hanya berdasarkan keberuntungan. Jika pesawat jet pengangkut tidak diserang, mereka bisa mendarat di kawasan lawan dan memulai serangan mereka.
Meskipun pesawat jet pengangkut bisa membawa kendaraan tank dan infanteri, perlu mencari titik yang cocok dan biaya yang besar untuk mempengaruhi amarda lawan.
Berbagai serangan terus dilancarkan. Tidak hanya menargetkan satu negara, mereka mengirimkan amarda mereka sesuai dengan perintah atasan mereka.
Misalnya, Negara Qasan mengirimkan amarda mereka ke arah Indara dan Farak. Mereka juga mengirimkan pesawat jet mereka yang merupakan hadiah dari Fen Yu untuk mencegah Ilberia mendapatkan wilayah Qasan yang kaya akan mineral.
Saat ini, Negara Reshan mendapatkan laporan bahwa banyak negara yang ingin menyerang Reshan dari Barat dan selatan. Tidak hanya itu, mereka yang mempunyai strategi tertentu menggunakan aliansi tersendiri untuk memperkuat dan mempertajam keahlian mereka dalam militer.
Zenit, Pengganti Ibukota Reshan setelah kehilangan Ibukota Roskoria yang merupakan pusat negara dan pemerintahan. Kota ini juga merupakan kota yang digunakan oleh para warga untuk mencari keamanan..
Kota Zenit, kota yang dipenuhi dengan banyak penduduk dan keamanan terjamin. Setelah pengumuman perang dunia, Menteri Pertahanan dan Keamanan membuat pusat markas keamanan di Zenit.
Musim gugur di kota tersebut tidaklah buruk. Terasa suram karena tidak ada sinar matahari yang masuk ke dalam kehidupan mereka. Hanya awan yang menutupi langit biru yang cerah dan hangat.
Hari ini, mereka semua, anggota dewan yang terdiri dari banyak jenderal yang mendapatkan berbagai penghargaan setelah menjalankan beberapa misi yang diemban.
Mereka mengenakan sebuah seragam militer yang dilengkapi oleh lencana kebanggaan mereka. Pangkat tinggi dengan orang yang lebih muda itu lebih baik karena mampu mendapatkan jabatan yang cukup tinggi dalam waktu singkat.
Tidak ada yang tahu kapan mereka bisa memberikan instruksi menyerang dan bertahan. Keputusan bersama ada di tangan mereka. Dibantu dengan Menteri Keamanan dan Pertahanan Reshan, mereka siap untuk menunjukkan taring mereka sebagai pasukan terkuat yang pernah ada.
Rapat akan segera dimulai, semua anggota dewan langsung memasuki ruangan dan duduk dengan rapi. Tidak ada sela dialog yag mereka ucapkan karena tidak penting.
Sebelum dimulai, para anggota mendapatkan makanan ringan mereka sebelum mendengar diskusi dari Menteri Pertahanan dan Keamanan dan rekan mereka.
"Terima kasih."
Itu yang mereka ucapkan setiap kalia mendapatkan makanan ringan berupa kue dari Reshan. Mereka menyimpannya dan bisa memakan makanan ringan itu kapan saja.
Acara sudah dimulai. Pembukaan dimulai dengan seorang MC, Main Ceremony untuk memutarkan Reshan Anthem. Mereka mendengarkan lagu itu sebagai penghormatan dan menundukkan kepala mereka sambil merenung, apa yang mereka berikan pada negaranya.
Sudah selesai, seperti pada rapat pada umumnya. Mereka duduk kembali setelah mereka berdiri untuk mendengarkan lagu Reshan Anthem yang suci itu.
Sekarang, sesi diskusi dan laporan akan disampaikan oleh Menteri Keamanan karena Presiden Reshan sedang diamankan agar tidak tertangkap oleh musuh.
Ini saatnya bagi menteri itu untuk menaiki panggung dan mendiskusikan tentang Negara Reshan selama sebulan terakhir, sebelum Perang Dunia Ketiga dimulai dengan amarah dan ketidakakuran.
"Kita mulai dari Ilberia. Saat ini, mereka kekurangan pasokan mineral dan batu bara. Namun, mereka bisa mendapatkan dengan mudah. Mereka mempunyai teknologi yang mendekati masa depan.
Jika saja Enchanted Geniuses tidak membiayai Pemerintahan Ilberia dan militernya, mereka sudah tidak bisa menghadapi Negara Reshan pada saat ini.
Mereka sudah bersiap perang, amarda mereka akan dikirimkan ke Euro Timur dan akan tiba sebentar lagi. Namun, tidak tahu berapa gelombang yang akan dilancarkan oleh Ilberia.
NaVi, Nautilus Vincere adalah sekolompok mafia yang harus dimusnahkan. Ada hubungan yang cukup erat dengan Agen PBB, sehingga kita tidak bisa berbuat apapun terhadap NaVi.
Belum lagi, NaVi sudah membuat kerugian pada siswa dan siswi akademi, sehingga menjadi biang kerok dalam menyisakan seorang Ace Spyxtria untuk bertahan hidup.
Benar. Rivandy Lex. Kami kehilangannya dan berniat untuk merekrutnya untuk memperkuat kekuatan militer Reshan. Ia malah bergabung pada Uni Perdamaian untuk melakukan misi tertentu.
Selanjutnya, Fen Yu, yang merupakan negara yang memiliki ekonomi superpower, kehilangan 60% aset pasar karena nuklir yang mendarat ke ibukota tersebut.
Akibatnya, Fen Yu kehilangan pasar dalam sekejap dan memutuskan untuk memulai perang dengan pasukan militer yang cukup banyak dan tangguh. Teknologi mereka tidak bisa dipandang remeh karena mereka punya sesuatu yang tida kita ketahui."
Mereka belum mengeluarkan pendapat sama sekali, masih menyimak suara dari Pak Menteri di atas panggung.
"Terbaru, Kawasan Tengah memulai aksi mereka dan berniat untuk melepaskan infanteri mereka untuk merebut kendaraan berlapis yang dimiliki oleh kita.
Semakin lama, semakin sulit. Banyak negara yang mengincar kita karena kita yang membuat mereka menderita atas kehancuran ibukota mereka. Padahal, Roskoria juga merupakan korban dari Nuklir Priyat.
Ini juga merupakan ketiga kalinya harus terlibat pada perang setelah dua perang besar itu merusak segalanya. Pasukan Poros dan Swastika cukup merepotkan Reshan. Tapi, kita berhasil menumpaskan negara itu dan berharap tidak bangkit lagi.
Kita perlu sebuah rencana yang besar agar bisa menyelesaikan masalah ini. Setidaknya, kita bisa bertahan dan menyerang balik mereka. Seharusnya, kita harus bertindak san menggunakan otak kita untuk ini."
Semuanya diam, mematung dan berpikir sejenak. Mereka ingin tahu apa.yang mereka rencanakan untuk mengatasi masalah yang terus berkembang.
Salah satu anggota, mengacungkan tangannya, dengan berani mengungkap pendapat secara mufakat. Mikrofon dinyalakan agar terlihat dengan jelas. Hanya menunggu beberapa saat sebelum suara anggota itu keluar..
"Bolehkah saya berbicara? Rasanya saya ingin memberikan pendapat saya kepada Pak Menteri." Anggota itu, merupakan atasan yang mengurus Rein dan markas yang ditinggalinya.
Pak Menteri mempersilahkan untuk memberikan pendapat. Beliau berharap pendapat itu bisa memberikan solusi dan pelaksanaan yang baik.
"Saya sarankan serahkan semua pada Siver Rifle. Dia akan membuat Kawasan Tengah tidak bisa eekutik lagi. Terbaru, setelah menyelesaikan konflik Euro Timur dengan Reshan, Silver Rifle memberantas semuanya sampai akar, sehingga dia diangkat menjadi seorang mayor.
Setelah anggota mengemukakan pendapat, anggota lain langsung mengangkat tangan dan memberikan pendapat yang lain, meskipun tidak sejalan dengan antar anggota.
Banyak perdebatan yang dimulai akibat sebuah masalah. Banyak penyelesaian yang bisa digunakan tapi tidak semua solusi diterapkan pada kondisi yang cukup buruk itu.
"Ini memalukan. Kita perlu Esterio untuk mengangkat Reshan menjadi militer yang bisa bertahan. Setelah itu, kita memaksa mereka untuk damai agar tidak membuat kerusakan yang lebih parah lagi." Salah satu pendapat anggota dewan dikemukakan, ada yang setuju dan ada yang tidak.
Pro dan kontra dalam suatu pendapat pada rapat itu selain memanas. Pak Menteri itu tidak bisa mendengarkan semuanya. Hanya beberapa pendapat yang bisa ditangkap mengingat usia yang tidak muda lagi.
"Ia sudah berpihak pada Aliansi, Uni Perdamaian yang memalukan itu. Apakah kita perlu bantuannya? Seharusnya, Cherry yang mengatasi masalah ini, bukan Esterio."
"Cherry Spyxtria sudah tidak ada setelah efek nuklir itu. Selain itu, NaVi sudah membuat sebuah kerugian yang cukup fatal. Kita perlu kekuatan dan sistem yang baru di dalam militer ini."
Kondisi perdebatkan diisi oleh orang yang bersuara. Tidak ada yang diam kelihatannya, namun ada yang belum mendapat kesempatan untuk mengutarakan pendapat karena terlalu berisik.
Mereka yng tidak bisa berpendapat memilih untuk diam dan mendengarkan saja. Siapa tahu itu bisa menjadi gagasan mereka yang bisa digunakan pada kondisi yang lain.
Pak Menteri cukup lelah, menghadapi sebagian besar anggota dewan tidak mudah. Tidak ada rasa kondusif yang diperoleh dalam rapat itu karena banyak orang yang ingin mendapatkan perhatian dengan cara memberikan solusi yang terbaik pada salah satu sudut pandang.
"Tolong diam semuanya!" Pak Menteri berteriak, tidak ada suara Pak Menteri yang sampai pada telinga anggota dewan tersebut.
Tidak ada yang mendengarkan Pak Menteri itu, sibuk mengangkat ide dan gagasan sendiri. Agak tidak tahan karena merasakan pengabaian yang biasa terjadi. Jadi, Pak Menteri perlu mendiamkan mereka agar rapat bisa dilanjutkan.
Pak Menteri langsung mengambil pistol yang ada di dalam saku celana dan mengisi peluru sebelum menembakan ke udara. Hari telunjuk langsung bergerak cepat dan meletakkan arah pistol di atas kepalanya yang beruban.
Tembakan di udara, beberapa tembakan yang nyata. Tembakan itu membuat semuanya terdiam. Pak Menteri sudah punya mendapatkan lisensi memegang senjata.
Semuanya kembali diam, tidak ingin membuat Pak Menteri marah besar akibat diabaikan. Keputusan yang hebat, sekarang mereka bisa bebas konferensi pers untuk saat ini.
Sekarang, Pak Menteri akan membuat keputusan dan tindakan atas yang dilakukan oleh rakyat sipil dan anggota dewan itu.
"Keputusan yang saya ambil ketika mendengar perdebatan bodoh kalian adalah … mengutus Silver Rifle, Rein Stealth sebagai Mayor Negara Reshan. Sekarang, kita menunggu Rein untuk mengurus prajurit garis depan."
"Pakah kalian setuju?" Pak Menteri memberikan sebuah konfirmasi pada anggota dewan itu, apakah setuju atau tidak.
Tidak ada yang menjawab, sampai seseorang anggota dewan mengangkat tangannya lebih tinggi, di kursi paling belakang. Setuju karena keputusan Pak Menteri yang cukup tepat.
Tidak hanya satu, dua atau tiga, Tidak! Sebagian kecil tangan kanan dilayangkan di udara. Serentak, sebagian besar suara setuju dengan itu.
Pak Menteri senang dengan itu. Tidak hanya itu, langkah yang diambil memang bisa diterima dengan baik. Ini akan menjadi persiapan yang harus dimanfaatkan Pak Menteri untuk mempertahankan Reshan sebagai negara yang kuat.
"Baiklah. Dengan ini, Silver Rifle akan menjalankan misi yang cukup berbahaya. Selama setahun, dia akan latihan bersama dengan bawahannya untuk mengatasi Kawasan Tengah yang mengamuk."
"Keputusan Disetujui!"