Chapter Dua Puluh Dua

1500 Words

            Lagi-lagi Aster harus merasakan penjara berbau busuk itu lagi. Lantai lembabnya selalu membuat Aster ingin muntah. Dua penjaga bertubuh besar melemparkan Erik dan Bianca ke dalam penjara, namun mereka membiarkan pintunya tertutup sebelum Aster dibiarkan masuk. Okta masih memeganginya dari belakang. Membuat Aster lebih ingin berada di dalam penjara sesegera mungkin.             "Kamu tahu?" bisik Okta di telinga Aster. Membuatnya merasa jijik. "Aku sangat tidak mengharapkan memiliki adik yang bodoh. Amat sangat bodoh. Kamu bisa bayangkan bagaimana aku harus susah payah menahan tawa saat ibu memperkenalkan kita di ruang makan? Semudah itukah kamu mempercayai semua bualan itu? Benar-benar tak berotak!"             Aster semakin berontak. Okta yang mulai kerepotan mend

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD