Ingin melihatmu adalah kerinduan yang sedang aku tahan, mengingat aku hanyalah seorang teman baginya.
_Kinta Maharani Utari.
Happy reading
Awal masuk SMA pasti menjadi moment yang sangat paling ditunggu oleh anak remaja. Dimana mereka akan mulai merasakan masa-masa indah percintaan. Seperti yang dikatakan oleh orang-orang, kisah yang paling indah adalah kisah diSMA. Seperti yang sedang dirasakan oleh Kinta Maharani Utari.
Hari ini Kinta akan sedang melaksanakan camping Mos, didaerah puncak. Camping yang diadakan guna lebih mengenal satu sama sama lain, dan membangun kebersamaan. SMA HYZERTUS menjadi pilihan Kinta melanjutkan pendidikan nya.
SMA yang digandrungi anak-anak dari kalangan atas. Sebetulnya tidaklah mudah bagi para pelajar yang ingin masuk ke SMA HYZERTUS, harus extra jenius mengingat SMA itu sangat Elit. Namun ada opsi kedua untuk bisa masuk ke sana yaitu dengan Uang. Semua bisa terjadi bukan jika menggunakan uang?.
"Yaampun kalo gini kulit gue bisa item, percuma dong rajin pake skincare. " Ucap Ara. Gadis cantik berhidung rada mancung. Sikapnya yang cerewet kadang membuat Kinta sangatlah kesal.
"Lebay Lo, kalo takut item plastikin aja tuh muka." Sarkas Shofia.
"Mulut Lo, minta gue tonjok kayak nya."
"Ya lagian dari tadi Lo ngedumel trus, belum juga apa-apa."
"Gak heran si Lo, gak takut item orang tidak pakek skincare. " Cerca Ara.
"Sorry ya. Gue gak mau ribet cuma hanya mikirin skincare. Enakan juga uangnya buat makan." Jawabnya Shofia bangga.
"Makan Mulu pikiran Lo."
Kinta melihat perdebatan kedua sahabatnya terkekeh geli, memang jika Ara dan Shofia beradu mulut pasti tidak akan ada yang mau mengalah.
Sekarang mereka baru saja sampai dipuncak. Mereka akan menjalani camping ini selama 2hari 3malam. Sebenarnya udaranya cukup sejuk, namun mengingat waktu ini pukul 9 pagi cuaca sudah mulai terik.
"Udah stop, simpan tenaga Lo berdua buat nanti. Lebih baik kita kumpul sama kelompok camping masing-masing." Ujar Kinta. Mereka memang tidak satu kelompok. Pembagian kelompok sudah ditentukan oleh pihak sekolah, dan mereka juga belum tentu satu kelas, karena pembagian kelas belum ditentukan.
Ya semoga saja nantinya mereka satu kelas. Karena mencari teman baru itu cukup sulit apalagi yang sefrekuensi.
"Kenapa kita gak satu kelompok sih." Ujar Ara kesal.
"Yang ada gue bersyukur gak ketemu Lo mulu, bosen gue."
"Mulut Lo jahat amat sama gue."
"Udah ah baru aja gue bilangin udah ribut mulu. Btw Lo masuk kelompok apa, Ra." Ujar Kinta.
"Kelompok bunga Tulip."
"Kalo gue sih, kelompok bunga Mawar." Sahut Shofia.
"Kalo Lo sendiri?" Tanya nya pada Kinta.
"Kelompok bunga Anggrek."
"AYO SEKARANG KUMPUL SAMA BARISAN KELOMPOK MASING-MASING." Teriak kakak kelas yang menjabat sebagai ketua Osis.
Reyhan Abimana Aryasetya. Laki-laki yang penuh wibawa. Banyak kalangan siswi yang mengincarnya, tampan, kaya, pintar, dan juara pararel berturut-turut. Siapa yang tidak tertarik bukan.
"Kiyowo... Ganteng banget kak Reyhan." Ujar Shofia histeris.
Ara dan Kinta mendengus malas. "Ga usah lebay." Cetus Kinta. Shofia gadis itu tidak pernah satu hari aja bersikap kalem, selalu saja lebay. Dan satu lagi gadis itu sangatlah heboh jika melihat cowok ganteng!.
"Bisa kaleman dikit gak ya!." Sarkas Ara. Shofia menoleh mengacuhkan nya saja. Melihat cogan harus memuji bukan, dapat pahala pula. Ditambah kak Reyhan belum punya pasangan bisa dong masuk ke hatinya. Wkwk
"Belum tentu juga itu kakak mau sama Lo." Ujar Ara. Seketika membuat Shofia murung, semangat yang tadinya full untuk mengerjar kak Reyhan seketika hilang.
****
Acara camping malam ini adalah penjelajahan. Mereka perkelempok bertugas keliling area sekitar puncak, mencari petunjuk agar bisa menemukan logo sekolah HYZERTUS. Ada tiga logo yang harus dikumpulkan siapa yang paling dulu menemukan kelompok itulah pemenangnya.
Kinta jalan dengan penuh hati-hati, cahaya bulan malam ini cukup redup. Dengan Flash handphone nya membuat Kinta merasa lebih mudah menemukan logo HYZERTUS. Sudah dua logo kelompok Kinta temukan tinggal satu logo lagi mereka bisa kembali ke area camping.
"Gue gak kuat capek banget anjir." Keluh Renata teman satu kelompok Kinta.
"Semangat satu lagi ini." Ujar Kinta memberi semangat.
"Istirahat dulu napa Kin. Duduk. Sambil minum ini betis gue kaya mau bengkak sumpah."
"Yaelah Ren, Lo lemah banget sih. Ini nih orang yang gak pernah olahraga." Cibir Zaskia. Gadis bule berambut pirang.
"Mata Lo lemah, udah dari 1jam loh muterin ini tempat." Ujar Renata nyolot.
"Udah gausah ribut kita istirahat bentar, ntar lanjut lagi. Oke."
Berbeda sekali dengan suasana kelompok Shofia. Rusuh satu kata yang mendeskripsikan kelompok Shofia.
Satu logo HYZERTUS belum sama sekali mereka dapatkan. Hanya gerutuan saja disepanjang jalan.
"Ini kakel pada diumpetin dimana sih logo nya dari tadi kagak dapet." Dengan kesal Shofia menendang krikil yang ada dihadapanya.
Bukan nya merasa lebih lega justru kaki Shofia menjadi sakit. Yang gadis itu tendang bukangnya batu krikil melainkan batu besar disebelahnya.
"Aduh sakit banget setan."
"Sukur Lo pi. Dari tadi ngomel mulu sih." Ejek Tania satu kelompok Shofia.
"Banyak bacot sih Lo." Timpal Gia. Gadis bertubuh mungil namun bermulut cabe.
"Sial. Malah disyukurin gue bukannya dibantuin."
"Kualat tuh, batu kagak salah apa-apa mau Lo tendang aja." Ucap Gia tertawa keras. Lucu aja melihat raut kekesalan Shofia.
"Kenapa Lo." Ujar Ara saat tak senaja melewati kelompok Shofia.
"Kaki gue kena batu."
"Bukan kena, tapi salah nendang dia. Mau nendang krikil malah batu besar yang dia tendang." Tunjuk Gia kearah batu yang jadi sasaran Shofia.
"Mampus."
"Lo kalo mau lewat buat syukurin gue mending diem deh." Tak senaja mata Shofia melihat logo HYZERTUS digenggam Ara. Waw sudah dua logo.
Darimana dia dapat, kenapa tadi di jalan tak melihat logo itu. Terlalu banyak ngomel ternyata membuatnya kurang fokus.
"Dapet darimana Lo logo itu. Tadi gue lewat kok gak lihat."
"Ada diranting pohon."
"Kok gue nggak lihat." Ujar Shofia tidak terima.
"Mana gue tau. Lo jalan sambil merem kali."
"Apes banget gue, dapet kelompok yang sama tololnya kaya gue." Keluh Shofia.
"Jangan gitu, Lo cuman kurang fokus aja. ngomel mulu si Lo, jadi kagak lihatkan logonya dimana." Ujar Ara.
Pupus sudah harapan Shofia menjadi pemenang dalam jelajah ini. Dirinya memang sangat cereboh belum lagi dia dapat kelompok teman yang sama-sama ceroboh nya tapi banyak bacotnya.
Andai saja bisa tukar kelompok lebih baik dirinya ikut saja sama Kinta.
"Yuk gaes kita cari lagi tinggal satu logo lagi." Teriak Ara pada anggota kelompok nya.
"Duluan ya semua." Ara dan berserta anggota kelompok nya mulai berjalan lagi.
"Udah gausah lanjutin lagi deh. Udah kelewat juga logo yang tempat tadi, balik aja langsung ke camping." Ucap Shofia.
Gia mengangguk setuju lagipula kaki nya sudah teramat pegal.
"Yaudah yuk udah jelas juga kita kalah."
Rombongan kelompok Shofia pun berbalik arah agar cepat sampai ke area camping. Saat flash handphone Shofia mengarah ke depan tidak senaja dia seperti melihat orang yang dirinya kenal. Rombongan kelompok anak laki-laki yang sedang mencari logo HYZERTUS disemak-semak dan ranting dedaunan.
"Gue kaya kenal tuh cowok." Pikir Shofia berusaha keras mengingat.
Shofia ini spesies pelupa. Jadi sangat sulit mengingat nama cowok tersebut, namun dalam hatinya ia merasa tidak asing.
"Woy Pi, Lo mau situ terus." Teriak Gia.
"Eh-ya tungguin gue woy. Santai Napa jalan nya." Entalah daripada mengingat cowok tersebut yang tak kunjung ingat lebih baik pergi saja.
****
"Ketemu nih gue. "
"Baru satu anjir. Kita udah satu jam udah jelas udah kita kalah." Keluh Diki.
Mereka adalah anak kelompok elang. Yang beranggotakan Bayu, Diki, Stefan, Vano, dan yang terakhir Raga.
Sedikit kita jelaskan mereka berlima.
Bayu Gatra Airlangga. Cowok berkulit eksotis dan juga manis. Bertubuh atletis, banyak siswi SMA HYZERTUS yang mengincarnya bahkan menunggu menjadi pacarnya. Satu sifat Bayu yang harus kalian tau. Bayu is playboy! Catat itu. Mantan dia sudah 28 belum 30. Wkwk jadi siapa yang berminat menjadi pacar Bayu?.
Kedua Tiandra Dikimasputra. Sang tukang bacot bermulut cabe. Sifat nya rada dingin sama cewek. Dia punya satu mantan dan itu cukup membuatnya sulit membuka hati untuk orang lain. Dan Diki beda dari yang lain, dia menganut agama Kristen.
Ketiga Algara Stefano Lezandro. Si kulkas bejalan, sifatnya yang dingin membuat teman-teman nya menyebut Stefan kulkas 34pintu. Postur tubuhnya yang tinggi, dan pintar sering kali menjadi sasaran guru untuk mewakili olimpiade sekolah.
Vano Ananta Lesmana. Ramah,humoris, sopan siapa yang tak jatuh hati bukan. Apalagi mengingat rumor tentang cowok itu belum mempunyai pasanagan membuat para ciwi-ciwi bersusah payah merebut tahta "pacar Vano".
Dan yang terakhir Raga Sukma Bratasena. Berkulit sawo matang,tinggi, berhidung mancung, alis tebal. Paket komplit!. Banyak siswi HYZERTUS yang mengincar nya, namun sayang Raga sudah mempunyai seorang kekasih!. Yah.. sangat disayangkan.
Raga tipe orang yang sangat menghargai pasangan nya, sebisa mungkin dia akan setia dan terbukti hubungan nya dengan sang pacar sudah berjalan 2tahun.
"Lo kenapa tidak sekolah di Derlangga, Ga?. Cewek Lo masuk sanakan. " Ujar Diki. Entah mengapa dia ingin tau kenapa raga tidak satu sekolah dengan pacarnya. Bukankah lebih enak jika satu sekolahan sama pacar, bisa ketemu terus.
"Dia mau nya beda sekolah." Jawab Raga. Memang ini kemauan kekasihnya, katanya biar lebih bisa menahan rindu.
Raga pun menghargai keputusan kekasihnya, dia punya dunia sendiri begitu juga dengan dirinya. Tidak harus bersama terus bukan.
"Lo gak bisa mantau dia dong, Ga. " Tanya Bayu.
"Gue percaya sama dia. "
"Sesimpel itu? Lo gak takut khianatin sama dia."
"Kunci hubungan langgeng itu percaya. Lagi pula mau dipantau kalo emang udah ada niatan selingkuh ya pasti terjadi." Ujar Vano menimpal.
Raga tak mau ambil pusing hanya masalah ini. Dia tau sifat keras kepala nya kekasihnya. Jika dirinya menolak untuk tidak satu sekolah yang ada hubungan mereka bisa renggang. Raga tidak mau itu terjadi.
"Jangan terlalu bebasin Ga. Lo boleh gak kekang dia, tapi ini Lo terlalu dibebasin. Sedangkan Lo tau gimana pacar Lo itu. Jangan selalu menuruti kemauan dia. Gak adil bagi gue. " Ujar Diki, dia sedikit tak suka dengan tingkah pacar raga itu. Yang menurut nya matre, yang hanya mau uangnya raga saja.
"Gapapa, Ga. Kalo cewek Lo selingkuh tinggal cari cewek lain, Lo kan ganteng pasti banyak lah ciwi-ciwi yang mau sama Lo." Ujar Bayu.
"Sontoloyo. Emang Raga Lo apa! Yang Gonta ganti cewek." Sahut Vano mengitak kepala Bayu.
"Wajar dong, gue kan ganteng." Diki pura-pura mual, jijik sekali dengan tingkat kePDean Bayu.
"Inget karma." Ucap Stefan. Sekali ngomong langsung kehati.
"Denger tuh. Karma itu ada woy."
"Iya gue kalo udah nemu yang benar-benar berhati baik, gue juga setia."
"Perempuan baik juga tipenya bukan cowok playboy kaya Lo." sarkas Vano.
Bayu terdiam, benar juga mana ada perempuan baik-baik mau sama laki-laki yang suka mainin perasaan perempuan sepertinya. Tapi mau gimana lagi, rata-rata perempuan jaman sekarang juga pada licik yang hanya mau uangnya saja. lagi pun masa remaja tidak akan bisa diulang bukan. Itung-itung buat kenangan. KENANGAN KOLEKSI MANTAN! lebih tepatnya.
"Omongan gue yang tadi jangan terlalu Lo pikirin." Ujar Diki tak enak hati, bagaimana pun yang dia omongin pacar sahabatnya sendiri.
"Thanks udah ingetin. " Jawab Raga. Dia sadar selama ini kekasihnya itu matre, namun tak sama sekali masalah untuknya selagi tidak selingkuh dibelakang. Toh juga matre dengan kekasih sendiri tidak salah bukan?.