BAB 2

1019 Words
september 2008 aku khalisna yang harus berangkat besok ke kota . ayak ku sakit parah , kondisi keuangan ekonomi kami menurun pada tahun ini , seperti pada umumnya semua orang tua menginginkan anaknya lebih maju . orang tua ku menginginkan aku sekolah di kota di sekolah favorit , aku yang sekolah di pinggiran perbatasan desa dan kota harus mengikuti kemauan keluargaku , nilaiku pun masih jelek selama aku sekolah di desa . ayahku menyuruhku untuk sekolah seperti anak kades desa di kota , dia sekolah di kota sekarang udah cerdas dan bisa membantu bapaknya membereskan keperluan desa . hari ini aku membereskan barang barang ku ke dalam koper tua yang usang sudah lama koper itu tidak terpakai terakhir terpakai waktu ibu pulang ke rumah kakek di kota . aku memasukkan baju baju yang aku kira penting untuk di bawa dan peralatan dalam , barang ku tidak banyak hanya beberapa baju saja dan pakaian dalam aku mengeceknya lagi " udah beres akhirnya ,"!!. lalu aku meletakkan koper di samping pintu kamar supaya besok aku dengan mudah nya mengambil . lalu aku keluar dari kamar dan bergabung ke meja makan bersama ibu adikku . " bu ayah udah makan " tanya ku pada ibu . " udah tadi udah ibu suapin tadi , oh ya khalis apa kamu udah beres beres ,kalau besok kamu beres beres mungkin jadi ribet nak " tutur ibu khalisna sendu yang merasa berat melepaskan anaknya pergi besok . " udah bu barusan aku beres ,oya buk kalau ada apa apa dengan bapak jangan lupa kabarin aku ya , ibu telfon ke kepala sekolah nanti disana ". ucap ku pada ibu aku merasa ibu sangat sulit melepasku . " dek gimana sekolah mu tadi " tanya ku pada adikku yang bernama rehan dia sekolah masih duduk di bangku smp . " baik kak , aku di terpilih mewakili sekolah pada turnamen sepak bola kak "! kata adikku senang . " bagus kalau begitu , kapan turnamennya dek ?" tanya ku pada adik ku. " gak tau , aku dengar dari teman teman ku sih bulan depan kak ,! kata adikku sedikit kesel . " kenapa , harus nunggu lama ya " ! tanya ku tersenyum . " ya iyalah , wong kita udah semangat benar saat di pilih ," kan harus bersabar menunggu turnamennya "! tutur nya dengan wajah yang terlihat kesel . aku tersenyum saja menanggapinya adikku hobinya main bola ,kalau dirumah saat masih kecil dulunya panci pun jadi bolanya sampai sampai ibu ku marah . emang wajar kalau hobi gak bisa di cegah ini anak . de sela sela makan " kak kalau aku nanti rindu sama kakak gimana dong , kan kakak sekolahnya jauh di kota , gimana ke kota coba sedangkan tranportasi ke desa kita 1 minggu sekali , " tutur adikku cemberut . " kalau kamu rindu sama kakak telfon aja kan bisa , apa lagi sekarang udah punya hp nokia ibuk kan . " ucap ku . " ia , tapi aku kalau pengen tidur sama kakak gimane "!!? tanya nya lagi lucu cemberutnya . " rehan kamu udah gedek nak " masih aja ke pikiran tidur sama kakak mu .timpal bu nayra yaitu ibu sumarni yaitu ibunya khalis . " enggak apa apa buk lagian besok aku udah gak ada di sini lagi " ucap ku . suasana hening hanya suara sendok berkelahi dengan piring makan . " khalis habis ini kamu langsung istirahat ya nak jangan sampai telat besok nak " nanti bisa ketinngalan bis nak " tutur ibu sumarni memperingat anak nya . ". iya buk , tapi habis ini aku kekamar bapak dulu ya "! aku mau lihat bapak dulu habis itu aku langsung tidur buk "! tutur khalis . ibu sumarni megangguk memberi isyarat iya pada khalis . khalis selesai makan lalu dia membereskan piring piring kotor dan mencucinya . " ya ampun khalis biar ibu saja yang cuci nak , kamu temui bapak mu sana " tutur bu sumarni . " enggak apa apa buk lagian mungkin kali ini aku bisa ngebantuin ibu besok kan aku harus pergi buk , jadi gak apa apa ya "! khalis tersenyum kepada ibunya . bu sumarni hanya menghela napasnya saja betul juga apa yang dikatakannya barusan dia memandang anaknya yang mencuci piring anak yang dulu disayang sayang itu ternyata sekarang udah besar padahal kemarin masih baru smp tapi berbeda dengan sekarang yang udah dewasa , tampak wajahnya semakin anggun dan manis , teringat saat khalis masih kecil takut pada orang yang tidak pernah di lihatnya , tapi berbeda dengan sekarang yang udah besar bahkan sekarang khalis mau hidup sendiri di perkotaan hati ibu mana yang bisa diam saat melihat anaknya tak menangis saat anaknya ingin mencari ilmu yang banyak di kota kan . tak terasa bu sumarni meneteskan air mata nya , dia sedih karna harus menahan rindu saat nanti jauh dengan anak nya . " bu " ! panggil khalis sambil melambai lambai tangannya di muka ibunya . bu sumarni tersadar dari lamunannya di langsung tersenyum melihat anak nya . " ibu nangis , ibu sedih ya "! ucap khalis menatap ibunya . " tidak apa apa ibu nak , ibu hanya teringat saja bagaimana kamu nanti di kota siapa yang menjaga kamu nak , ibu sedih karna di sana tidak ada yang menjaga kamu nanti "! ucap bu marni sedih . " ibu gak usah sedih "! ucap khalis sambil menyapu air mata ibunya . " aku udah besar lho buk , jadi ibu tidak usah sedih , aku pasti menjaga diriku dengan baik disana , dan ada allah yang menjaga ku buk . " tutur khalis . " ia nak ibu hanya sedih ajha saat melihat anak ibu udah besar sekarang "! tutur bu marni . " udah beres nak cuci piring nya " tanya bu sumarni . " udah bu , rehan mana buk "? tanya ku karna sehabis dari makan dia pergi entah ke mana . " dia ada di kamarnya lagi belajar ," jawab bu sumarni . " oe , ,, bu aku ke kamar bapak dulu yah ", pamit khalis .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD