SUAMI LICIK ISTRI MAIN CANTIK Pov : Dimas Jarum jam menunjuk angka tujuh. Kulihat Arnila belum juga beranjak dari tempat tidurnya. Dia masih terdiam di sana dengan melipat kedua kaki. Pandangannya kosong ke depan. Datar, tanpa ekspresi. Sejak kepergian Azima seminggu yang lalu, Arnila memang masih sangat depresi. Dia sering mengamuk dan melempar barang-barang di sekitarnya. Tak hanya itu saja, beberapa kali kutemukan dia berusaha menyakiti dirinya sendiri dengan gunting. Sebab itulah, benda-benda tajam di kamar ini aku simpan serapat mungkin agar tak terlihat olehnya. Kubuka pintu perlahan, membawakan bubur ayam untuknya. Bubur langganan yang biasanya sangat dia suka. Seketika dia mendongak. Menatapku dengan tajam tanpa berkedip sekian detik lamanya. Hening. Tak ada tanya atau sa

