SUAMI LICIK ISTRI MAIN CANTIK 36 "Maaf, Lisha. Apa aku mengganggumu?" Laki-laki itu entah mengapa mendadak begitu ramah dan sopan sejak kugugat cerai. Mungkin memang dia sudah menyadari semua kesalahannya selama ini atau sadar jika hanya aku yang selalu membantunya saat dia kesusahan? "Silakan duduk, Mas. Ohya, Bi. Tolong buatkan minuman sama bawakan camilan, ya?" ucapku kemudian. Bi Minah mengangguk pelan lalu undur diri. "Tak perlu repot-repot, Sha," ucap Mas Dimas dengan senyum tipisnya. "Nggak repot, memang wajibnya menjamu tamu," balasku singkat. Kulihat Mas Dimas menghela napas. "Ada keperluan apa Mas Dimas ke sini?" tanyaku lagi, mencoba membuka percakapan. Aku menunggunya bicara, tapi tak jua terdengar suaranya. "Sebenarnya ... sebenarnya aku mau ke rumah teman. Kebetul

