Kalila kembali menyibukan diri dengan menjadi pelayan resto. Sesekali dia tidak menghiraukan Arsenio. Kepergian Byan membuat perasaannya kacau, padahal sebelumnya dia tak pernah sekacau ini, meski berhari-hari tak bertemu dengan Byan, dia tetap baik-baik saja. Setelah tahu Byan kembali ke Jakarta, hampir setiap hari Arsenio datang dan berkumpul dengan Andra dan kedua temannya. Mencari muka pada Kalila adalah tugasnya saat ini. Bahkan kini Andra, Tata dan Eno memanggil Arsenio dengan sebutan Bang. Arsenio tak nyaman disebut bapak terus-menerus, baginya, bapak itu seperti pagar pembatas antara atasan dan bawahan, anak dan orang tua, murid dan guru, begitulah seterusnya, bagi Arsenio itu seperti dinding penghalang keakraban, mengingat dia sendiri tidak akrab dengan ayahnya, hingga percera

