Hamparan bunga berwarna-warni menghiasi kanan dan kiri bibir jalan yang sedang dilewati Kalila dan Byan. Udara sejuk dan bersih kini memenuhi paru-paru mereka. Langkah kaki bergerak santai sekali, saling beriringan seolah tahu ke mana sang pemilik akan membawanya pergi. Byan segera menarik tangan Kalila, saat wanita itu hendak menginjak rumput yang jelas-jelas sudah ada peringatan. “Nggak boleh di injek, La.” Tarikan tangan Byan terlalu kencing sehingga kaki Kalila saling membelit dan wanita itu terjatuh dalam pelukan Byan. Mata Kalila membola, saat dia dan Byan begitu rapat. Jantung mereka bersahutan. Meski kejadiannya berlangsung cepat, namun, Byan merasa waktu berhenti beberapa detik. “Lo narik gue terlalu kenceng, be*go!” desis Kalila. Byan terperanjat dan segera menegakkan tub

