Bab 11

2357 Words

Pria bertopi biru itu tengadah menatap langit, gerumbul awan putih bersih menghiasi hamparan langit. Tas ransel masih setia membuat punggungnya ngilu. Dia mendekatkan ponsel ke telinganya. Belum berkata apa-apa, wanita di balik telepon sudah memekik memanggilnya.  [By, lo di mana?] “Di stasiun, La,” jawabnya sembari mengedarkan pandangan.  Seorang wanita melambaikan tangan dan berlari ke arahnya. Byan terperangah, perlahan tangannya turun dan tersenyum lembut menatap Kalila tengah menyambut kedatangannya.  Kalila memeluk Byan sekilas. “Sehat?” tanyanya seraya melepaskan pelukannya. Byan menelan liurnya. Dia pikir Kalila akan memeluknya lama, meluapkan kerinduan yang mendalam, nyatanya rindu itu dia rasakan seorang diri.  “Sehat,” ucap Byan sembari mengapit hidung Kalila dengan jarinya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD