Seisi rumah sibuk menjalankan rutinitas paginya, kecuali Kalila yang masih bergumul dengan selimutnya. Sejak semalam dia terjaga, memikirkan segala kemungkinan tentang kandasnya hubungan dirinya dan Arsenio. Sonia masuk setelah mengetuk pintu. “Sayang, bunda ada arisan,” ucapnya seraya duduk. “Kamu nggak apa-apa, ‘kan kalau bunda tinggal?” tanya Sonia sembari membelai puncak kepala Kalila yang membelakanginya. Kalila merasakan sentuhan yang mengoyak hati lantaran kebohongan yang dilakukan Sonia kemarin. “Nggak apa-apa,” ucap Kalila mencoba biasa saja. “Hati-hati.” Sonia bangkit kemudian kembali membungkuk untuk mengecup kepala anaknya. “Kalau ada apa-apa minta sama bibi di dapur ya, jangan lupakan obatmu.” Kalila mengangguk. “Ayah sama kak Rayna ada rapat. Mey juga harus ikut. Ma

