Kalila keluar dari kamar dengan berpakaian pelayan resto, hanya saja dia sedikit merubah penampilannya sesuai dengan perintah Arsenio. Kacamata semi bulat sangat cocok di wajahnya, membuat tahi lalat dengan maskara tahan air di bawah hidung antara bibir atas sebelah kanan, tak lupa dia membuat rambutnya dikepang dua. Andra tertawa dengan keras. “Sumpah jelek banget,” pekiknya. Kalila sibuk merapikan rambut. “Bodo amat,” dengkusnya. Kalila mendekat dan merangkul tangan Andra. “Pura-pura jadi pacar gue ya, please,” pintanya. Andra mengangkat sebelah alisnya sembari menatap Kalila. “Buat apa?” Kalila mengajak Andra menepi. “Arsenio tahu kalau gue model--” Kalila mendekatkan bibir ke telinga Andra, “majalah dewasa,” bisiknya. Kalila kemudian menjauhkan wajahnya dari telinga Andra. “Dia t

