bc

Berkenalan Dengan Mimpi

book_age12+
0
FOLLOW
1K
READ
drama
no-couple
spiritual
like
intro-logo
Blurb

Bercerita tentang perjalanan aku semakin yakin jika tujuan itu harus ada, ketika tujuan hampa hidup pun akan semakin semu.

20 tahun sudah aku hidup di dunia ini, dengan segala mimpi yang kusimpan dalam benak, dan suatu saat akan membuktikan bahwa mimpi itu ada.

"Mir, ayo bangun katanya ada janji sama dosen "

Hai, Namaku Mira Ayushita kalian boleh memanggil Mira atau Rara, sesuka hati kalian deh hehe.

Yaps aku sedang berkuliah semester awal bagiku itu saat dimana aku senang pergi ke kampus tiap hari dan mendaftarkan diri berorganisasi. Dan hari ini ada jadwalku untuk mengumpulkan tugas.

Berhubung masih Pademi, kampusku masih menerapkan untuk kuliah Online dirumah, bosen juga sih tapi ya mau gimana lagi yakan 😁

chap-preview
Free preview
Hai Mira!
Ada kata yang tak di mengerti saat ini, dimana menjadi dewasa bukan sesuatu kebanggaan yang harus kualami justru sebuah kekeliruan yang aku dapatkan. Aku selalu dibebankan dengan kata "kan kamu sudah besar harus bisa bla.. bla.. bla.." aku yang saat itu bingung dengan apa yg harus aku lakukan akhirnya aku hanya terdiam tanpa kata dan tanpa makna. Hai teman teman, namaku Mira Adindawati sering orang sebut dengan panggilan Mira, tapi kalian boleh panggil aku apa aja. 20 tahun yang lalu aku lahir didunia ini dengan hati penuh harap kedua orang tuaku. Yes betul, hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 20 tahun.. Hari dimana tangisan ku lahir ke dunia, penuh kecemasan orang tuaku. Lahir dengan selamat dan semua orang bergembira denganku. setiap hari aku bertumbuh pesat, sampe orang tua ku setiap tahun selalu berucap " ko kamu cepet gede ya" ingin dalam hati menjawab "kalau aku kecil terus apa gak kaget kalian semua" tapi gak boleh kan nanti durhaka hehehee Hariku diawali dengan bangun pagi seperti biasa, suara mama ciri khas di pagi hari yang sudah seperti alarm waw tapi bagus juga sih aku gak harus cape cape masang alarm tuh. eh Astagfirullah mira gak boleh kaya gitu. "Mira, sudah bangun nak? " giliran nama ku yang kini diabsen mama, setelah kedua kakak laki laki ku yang sudah siap untuk bekerja. "Heem mah," ucapku yang masih belum sadar betul " Ayo mandi sayang, katanya ada janji sama dosen" Oh iya, hampir saja lupa seketika aku bangun dari tempat tidur dan bergegas pergi ke kamar mandi Setelah hampir 3 tahun yang lalu pandemi ada, aku memang kuliah online hampir tiap hari aku selalu didepan laptop. Tapi hari ini aku diharuskan pergi ke kampus untuk mendiskusikan beberapa tugasku. Hari ini aku ada janji dengan Bapak Agus dosen terbaik seantero jagat raya gak ada deh yg bisa nandingin Beliau. Aku berharap suatu saat beliau yang jadi dosen pembimbingku juga. Yuk bilang amin sama sama hehehe " Sayang udah siap siap nya, ada Rafli nungguin tuh." ucap mama dari balik pintu RAFLI ? ada angin apa nih dia nyamperin rumahku? " Oke mah Bentar lagi " Setelah semua siap dengan Outfit ku yang menurutku lumayan okelah yaa hehe aku bergegas membuka pintu dan apa tebak dibalik pintu itu? Didepan mata kepalaku sendiri Rafli sedang mengobrol santai di meja makan dengan kedua kakak ku kak Chandra dan kak Ilham. Pertanyaanku Sejak kapan mereka Akrab? "Rafli, btw ada apa ya? " kata ku sambil duduk di meja makan juga percis dihadapannya "Mir, jangan gitu biarin Rafli makan dlu, lagian satu kampus kan?" cela mama dirasa penasaranku Ya memang selama ini Rafli kenal dekat dengan mama ku karena mamanya kan teman arisan mamaku. ya gimana sih hehe Kalau dari tampangnya sih dia seperti artis korea, yang jadi idaman di SMA ku zaman dlu tapi dia bukan tipe ku ya. kita memang dekat tapi hanya teman kampus aja sekarang. aku tegaskan hanya teman yaa. " Gapapa mir, tadi sekalian lewat aja trus di grup tadi gue baca lu mau ke kampus jdi sekalian aja gue juga kebetulan ada urusan " jawabnya sambil mengunyah sarapan "Oh" Enak banget ya Rafli datang datang seenaknya makan, bilang aja mau sarapan gratis pake alesan kebetulan segala yakan. cowo memang banyak alasan. Iya gak? Aku melanjutkan sarapan ku tanpa kata sedangkan dihadapanku Rafli sangat akrab dengan kak Chandra si manusia dingin menurutku tapi ko bisa. Sudahlah mir bodo amat ngapain ngurusin Rafli sih "Yuk" Aku dan Rafli sudah selesai dan bergegas pergi tidak lupa berpamitan dengan kedua orang tua sambil melambaikan tangan. Just Info, Rafli jemput aku pake mobil. Gaya banget padahal harta orang tuanya ups ups setelah bosen di mobil aku berusaha melihat pemandangan sekitar, sedangkan Rafli hanya diam membisu. Akhirnya aku membuka hp Tanpa Sadar aku membuka Kalender. TGL : 25 / Januari / 2022 Ini kan hari ulang tahunku? kok gak ada yang ucapin sama sekali sih gak kaya tahun - tahun sebelumnya. Akhirnya aku tanya Rafli supaya lebih jelas. " Fi, hari ini tanggal berapa sih?" " Mir, Zaman udah modern kali Kalender sekarang bisa dibawa kemana mana gak kaya Zaman dlu cuman di meja Kerja. lu kan punya hp tinggal Liat aja elah." " Yaelah lu, gua nanya jawab panjang lebar banget." " Lagian lu nanya pas gue nyetir kan ngeselin" " Tinggal bilang sebentar aja ribet banget lo" " Iya sebentar Mira cantik, gue liat dlu mumpung lampu merah" " Tanggal eee 25 Januari, kenapa sih lu?" " Oke Thank You " " Udah gitu doang? Lu repotin gue buat buka kalender cuman oke aja? dasar wanita aneh " " Yaudah sih lanjut aja nyetir, btw lu mau ngapain sih ke rumah gue, gue yakin gak mungkin kebetulan doang." " Kenapa ya cewe aneh beut deh, kalau apa apa musti banget ada alesan kenapa sih, Ya gue sekalian aja. Lagian gue udah chat loe semalem gak jawab yaudah gue langsung pergi aja ke rumah lo" " Ya aneh aja tiba tiba" " Cowo tuh gak butuh basa basi " Dalam anganku seketika memikirkan sesuatu... " Atau jangan jangan lo mau nyulik gue ya? mau ngambil barang barang berharga di tas gue terus lo turunin gue di hutan ? " cercaku dengan panik " Ya elah ngapain gue nyulik lu males beut lu lama lelet juga trus ngapain gue maling dari lo mending gue maling bank aja sekalian gede duitnya lu mah apaan gak cukup buat gua ngopi juga " "Lagian mana ada hutan di Kota begini" terus Rafli "Tuhkan lu udah ada niat jahat sama gua, lu mau rampok bank. Gila lu gua laporin ya " "Ya Allah kenapa pikiran cewe begini amat, Terserah lo lah. Harta Gua banyak gak usah rampok rampok bank." Setelah berpikir jernih ko bisa bisa nya aku berpikir seperti itu hehe, lagian Rafli bukan seseorang asing untuku dia sudah lama ku kenal dan memang orang tua nya kaya raya, warisan keluarganya aja gak akan habis tujuh turunan deh.. Pengen tahun lebih lengkap kisah Rafli? jangan lewatkan ceritaku di Episode selanjutnya yaa, semoga kalian semua sehat selalu? BERSAMBUNG.. See you.. salam Cinta.. Writer N

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Wild Temptation After Divorce

read
233.1K
bc

Punished By Passion: His Dirty Submissive

read
8.7K
bc

The Phoenix Knights MC: Strength of Love

read
18.1K
bc

Daddy's naughty Princess

read
3.2M
bc

Claimed By My Ex-Husband’s Enemies

read
3.0K
bc

Pop My Cherry Daddy!

read
105.0K
bc

Daddy's Sweet Little Poppy

read
15.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook