"Kopi?" Ali mengalihkan sedikit pandangannya dari layar komputer di depannya pada secangkir kopi yang tiba-tiba sudah ada dihapannya. Ia mengalikan pandangan dari kopi ke si pemilik kopi yang tak lain adalah Baja, sepupunya. Ali menggeleng pelan, hampir tak terlihat namun baja cukup mengerti hingga menjauhkan secangkir itu dari hadapan Ali kemudian menyeruputnya hingga tersisa setengah. "Udah sejauh mana?" Tanya Baja mengambil posisi duduk di samping Ali yang sudah kembali berkutat dengan laptopnya. "Masih jauhlah lah, ini masih nyoba-nyoba ngedit pakai aplikasi baru." Baja mengangguk paham. "Eh potong rambut yuk, gue mau rapiin ni. Kayaknya udah mulai panjang." "Lo aja, gue lagi nyaman gini." "Elah, kalau nyaman, pacarin aja tu rambut lo." Ali tertawa hingga matanya menyipit

