Ngeinbox Bareng

1864 Words
Hari ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh semua APL, bahkan mereka sudah menunggu sejak kemarin saat kabar gembira ini beredar. Penantian panjang para APL untuk melihat idolanya sepanggung lagi terwujud sudah minggu ini. Hari minggu ini Ali dan Prilly sama-sama menjadi bintang tamu di acara Inbox. Sontak hal itu mendapatkan antusias yang besar dari fans mereka masing-masing maupun fans keduanya. Biasanya jika pagi minggu digunakan untuk bermalas-malasan, tapi itu tidak berlaku untuk minggu kali ini bagi APL, rasa rindu melihat idola mereka membuat mereka sudah siap didepan televisinya masing-masing.   Ternyata antusias tak hanya dirasakan oleh para fans, namun juga Ali dan Prilly. Kesibukan masing-masing membuat mereka sangat jarang bertemu akhir-akhir ini. Walaupun komunikasi mereka tak pernah putus, namun tetap saja tak mampu mengobati rasa rindu yang makin hari makin dalam.   Prilly memoles wajahnya didalam mobil. Kini ia sedang ada di mobilnya menuju lokasi inbox yang berada di daerah pantai. Saat sedang sibuk memoles wajahnya yang cantik, Prilly terhenti sejenak saat mendengar bunyi ponselnya yang pertanda ada pesan dari salah satu  aplikasi chattingnya.   Kamu udah sampai? Aku kena macet. Alamat telat nih. Padahal udah kangen. Tunggu aku ya.   Prilly tersenyum saat membaca pesan yang ternyata dari Ali. Jari-jarinya mulai mengetik balasan pesan untuk Ali sambil tersenyum. Selintas ide muncul di benaknya untuk orang disebrang sana yang sepertinya sedang menunggu balasan pesan darinya.   Udah tau Jakarta macet, perginya agak pagian dong. Aku udah nunggu dari tadi. Bete!   Prilly terkikik geli membaca balasan yang ia buat sendiri kemudian kembali memoles wajahnya. Mobilnya sudah memasuki kawasan lokasi inbox pagi ini. Sebelum turun dari mobilnya lagi-lagi Prilly mendengar ponselnya berbunyi.   Maaf sayang, tadi malam tidurnya rada lama karena bikin lirik lagu. Sabar ya. Aku bukan Digo yang bisa melesat nyamperin kamu.   Lagi-lagi Prilly terkekeh membaca pesan itu. Tanpa berniat membalasnya, Prilly memasukkan ponselnya kedalam tas kemudian langsung memasuki lokasi karena acara akan segera di mulai. Sudah lama rasanya Prilly tak datang ke acara ini. Dulu saat ia baru menyelesaikan syuting ggs returns, menjadi salah satu host inbox merupakan rutinitasnya. Namun kini karena kesibukannya syuting film membuat Prilly meninggalkan sejenak rutinitas itu.   Acara inbox pagi ini pun sudah dimulai. Suasanya sudah begitu ramai dan di d******i oleh para Prillver, Alicious, dan Aprillovers. Pemandangan yang biasa jika Ali maupun Prilly menjadi bintang tamu di acara itu. Belum hadirnya Ali menjadi bahan empuk para host inbox untuk meledek Prilly. Bahkan di saat gemes pertama couple, Prilly harus rela di pasangkan oleh salah satu crew inbox karena Ali yang belum hadir.   Pada games kedua Prilly juga harus di pasangkan kembali dengan crew itu karena Ali belum juga datang, dan itu kembali menjadi bahan ledekan para host inbox untuknya. Namun sebelum games kedua di mulai terdengar suara riuh dari penonton. Tentu saja suara itu karena Ali yang sudah datang di antara mereka. Melihat kedatangan Ali membuat para host inbox makin menjadi-jadi menggoda Prilly, apalagi melihat salah tingkah dari mereka berdua. Sebenarnya mereka bukan canggung, hanya saja karena sudah jarang bertemu membuat mereka harus merasakan jantungnya yang sama-sama berdegup kencang saat sedanhmg bertemu, belum lagi pertemuan yang harusnya dapat meluapkam kerinduan mereka harus disaksikan banyak orang yang membuat mereka harus menjaga sikap. Tak ingin terus-terusan di ledek membuat Ali dan Prilly membuat seolah biasa saja. Games keduapun segera di mulai. Kekompakan antara Ali dan Prilly terlihat jelas membuat keduanya menjadi pemenang di games kali ini. Prilly bersorak gembira karena berhasil memenangkan games ini. Ali harus tersenyum menggigit bibir bawahnya menahan gemas melihat tingkah seperti anak-anak dari gadisnya yang selalu ia rindukan.   "Bohong banget udah nungguin, kamu juga datangnya waktu acara udah mau mulai tadi kata Siti," bisik Ali saat mereka berjalan ke backstage. Prilly tersenyum dengan wajah tanpa dosanya membuat Ali menggelengkan kepalanya karena sikap gadisnya itu..sepanjang jalan tadi padahal Ali sudah gelisah karena takut membuat gadisnya menunggu lama.   Acara inbox terus berlangsung dan semakin seru. Kini tiba saatnya segmen yang mana memperlihatkan bakat-bakat anak kecil dalam bidang dance. Di segmen kali ini, Ali dan Prilly di minta menjadi juri. Ali dan Prilly tampak menikmati penampilan dari anak-anak kecil itu.   "Yang gendut lucu banget ya Li, gemes," kata Prilly sambil memperhatikan seorang anak yang sedang menari yang memiliki postur tubuh agak lebih besar dari yang lainnya.   "Lebih gemesin kamu," balas Ali diiringi tawanya. Mau tak mau Prilly ikut tertawa mendengar ucapan Ali.   "Aku serius Ali."   "Aku juga serius," balas Ali.   "Kamu mah, tembem lo!" Ledek Prilly. "Iya nih, aku tembeman ya, kamu juga masih tembem, kayaknya kita jodoh deh," balas Ali dan lagi-lagi tertawa. Prilly hanya mampu menahan senyumnya yang sedari tadi mendapat godaan dari Ali. Bahkan pipinya yang chubby kini tampak bersemu.     "Cantik banget sih," bisik Ali.   "Ali fokus dong lihatin pesertanya. Jangan lihatin aku muluk," tegur Prilly.   Ali tersenyum gemas menggigit bibir bawahnya kemudian kembali melihat peserta. Orang-orang yang sedang fokus melihat peserta membuat tak banyak yang menyadari jika sedari tadi mereka sibuk mengobrol.   Setelah peserta pertama tampil, kini saatnya juri memberikan komentar. "Cantik gak Li?" Tanya Dika disela Ali memberi komentar. "Cantik banget," balas Ali.   "Prillynya," sahut Dika membuat tawa mereka pecah karena berhasil menjebak Ali dengan pertanyaannya membuat Ali dan Prilly ikut tertawa.   "Gimana Li, Prilly cantik gak?" "Cantik," balas Ali pasti. Godaan demi godaan selalu di lemparkan para host inbox kepada Ali dan Prilly, bahkan itu berlangsung saat mereka memberikan komentar untuk peserta yang kedua.   "Rambutnya bagus gak Prill?" Tanya Dika. "Bagus." "Rambut Ali maksudnya," sahut Dika lagi.   "Bagus juga," balas Prilly sambil meneliti rambut Ali yang memang baru beberapa hari yang lalu ia potong.   "Bagusan mana sama yang dulu?" Tanya Dika lagi.   "Dua-duanya bagus," balas Prilly yang sukses mendapat teriakan riuh dari para fans.     "Ali minta di ajarin gerakan dancenya katanya," ucap Prilly yang berniat mengerjai Ali. "Yaudah sini, Ali sama Prilly biar dua-duanya di ajarin," ucap Gading. Prilly yang awalnya hanya ingin mengerjai Ali menjadi harus ikut. Ali dan Prillypun kemudian menaiki panggung. Ali yang tadi sudah jalan duluan memutuskan untuk menunggu Prilly dan membiarkan Prilly menaiki panggung terlebih dahulu. Tangan Ali merangkul pinggang Prilly mesra membuat teriakan riuh kembali terjadi dan ledekan dari host juga makin menjadi-jadi. Prilly tersenyum mendapat perlakuan spesial dari Ali. Ini yang selalu Prilly rindukan dari Ali dan akan selalu ia dapati dari Ali.   Mereka mulai mengikuti gerakan yang diberikan oleh anak-anak itu. Karena dance memang bukan termasuk bidang mereka, mereka jadi sedikit kesulitan namun juga sangat menikmati.   ***   Setelah jeda iklan, mereka kembali menjalankan games selanjutnya, kali ini salah satu pasangan harus penebak buahan maupun sayuran yang sedang di pegang oleh pasangannya. Games ini tidak begitu sulit bagi Ali dan Prilly, buktinya mereka dapat menebak semuanya dengan benar.   Saat pasangan lain sedang menebak, Ali dan Prilly sibuk menyapa fansnya. Melihat fansnya yang sedang mengarahkan kamera ke arah mereka membuat Ali langsung merengkuh pinggang Prilly agar mendekat padanya dan tersenyum ke arah kamera. Ali dan Prilly selalu senang melihat senyum dari fans mereka saat melihat mereka selalu bersama.     ***   Ali merasa jauh lebih bersemangat kali ini saat menjadi bintang tamu di inbox. Bahkan semangatnya yang beda dari biasanya sangat terlihat saat ia menyanyikan lagu andalannya yang berjudul kau terindah. Semua yang melihatnya pasti setuju bahwa semangat Ali kali ini terlihat berbeda. Dan siapapun akan tau alasan dari semangat Ali itu.   Setelah Ali maupun Prilly membawakan lagu mereka masing-masing di inbox dan menghibur semua penonton, kini tiba saatnya games yang terakhir. Games kali ini mengharuskan salah satu pasangan melempar balon yang sudah terisi air kearah keranjang yang di pegang oleh pasangannya yang berada beberapa meter didepannya.   Prilly mencoba mengira-ngira apakah lemparannya nanti sampai kekeranjang yang di pegang Ali atau bahkan akan mengenai Ali yang membuat balon itu pecah dan airnya akan membasahi Ali.   "Aku gak bisa," ucap Prilly pada Ali sambil menggeleng saat host sedang sibuk membacakan cara permainannya.   "Gak papa lempar aja. Kena aku juga gak papa," balas Ali meyakinkan Prilly. Ali sangat tau kalau gadisnya itu kini sedang mencemaskan apabila balon berisi air itu mengenai dirinya. Prilly mulai melemparkan balon-balon itu kearah keranjang yang di pegang Ali. Ada beberapa yang masuk, namun ada pula yang tidak. Namun meskipun begitu tak membuat Ali dan Prilly kalah dalam permainan ini dan membuat mereka terhindar dari hukuman.   Tak terasa acara inbox pun usai. Ali dan Prilly langsung bergegas ke backstage karena sudah ada beberapa wartawan yang ingin mewawancarai mereka. Dengan ramah Ali dan Prilly menjawab pertanyaan yang mereka lontarkan. Bahkan para wartawan itu harus tersenyum penuh penasaran saat melihat kedua insan ini sedang menertawakan sesuatu di ponsel Ali. Itulah Ali dan Prilly, mereka tau caranya untuk bahagia saat sedang bersama tanpa orang lain tau alasan mereka bahagia.   Setelah usai wawancara Prilly langsung bergegas menuju acara MnG yang harus ia hadiri hari ini.   "Heiii mau kemana sih buru-buru banget?" Tanya Ali saat melihat Prilly yang seperti sedang mencari seseorang di backstage.   "Aku dari tadi nyariin kamu. Kemana aja sih?"   "Abis ketemu Maliq tadi," balas Ali membuat Prilly mengangguk paham.   "Jalan yuk, aku lagi free nih. Kan kangen," ajak Ali. Prilly menatap Ali menyesal. Sebenarnya ia ingin sekali, namun ia benar-benar tidak bisa. "Aku kan ada MnG abis ini. Maaf ya." "Yah, sibuk banget sih."   "Maaf, kapan-kapan deh ya," ucap Prilly sambil mengelus pipi Ali. Backstage yang sepi membuat Prilly bisa melakukan sesuatu yang sedari tadi ingin ia lakukan. Tangannya terulur memenarkan tatanan rambut Ali yang sedikit berantakan.   "Yaudah deh gak papa, semangat yaa," balas Ali sembaru tersenyum. Walau bagaimanapun Ali harus mengerti kesibukan Prilly saat ini.   "Puas-puasin deh sekarang kerja, besok kalau udah Mrs. Syarief jangan harap bisa kerja lagi," ucap Ali sambil tersenyum jail membuat pipi Prilly bersemu.   "Ih Ali ngomong apa sih. Udah ah aku mau pergi, ntar telat lagi. Kamu hati-hati ya nanti pulangnya," pesan Prilly.   "Iya sayang," balas Ali sambil mengelus pipi Prilly.   Prilly tersenyum kemudian hendak berlalu keluar dari backstage, namun dengan cepat Ali mencegah tangan Prilly membuat langkah Prilly terhenti menatap Ali heran. Ali membawa tangan Prilly yang ia pegang ke bibirnya kemudian di kecupnya cukup lama. Rasanya Prilly ingin waktu berhenti sejenak, membiarkan mereka melupakan sejenak kesibukan masing-masing dan orang-orang di sekitar mereka.   "Jangan pernah lupa ya kalau aku cinta sama kamu," ucap Ali setelah menjauhkan tangan Prilly dari bibirnya membuat Prilly tersenyum.   "Gak akan pernah lupa, jangan pernah lupa juga ya kalau aku cinta kamu," balas Prilly yang membuat Ali ikut tersenyum.   Ali mengusap sejenak pucuk kepala gadisnya kemudian membiarkan Prilly pergi. Ali tersenyum melihat kepergian Prilly. Pagi ini Ali merasa di beri semangat yang besar dari gadis itu. Saat bersamanya, bibirnya tak pernah letih untuk membuat seulas senyuman.   Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa tak seringnya mereka bersama membuat mereka kini sudah semakin jauh, bahkan di antara mereka berfikir bahwa kini Ali dan Prilly sudah memilih jalan untuk sendiri-sendiri. Namun mereka tak pernah tau bahwa rasa yang tak sengaja tercipta dan bersarang terlalu lama di hati mereka membuat rasa itu malah tak tau arah jalan keluar. Rasa itulah yang mereka namakan CINTA   Status yang mereka punya tak begitu menjadi persoalan bagi mereka. Karena cinta tak butuh status, tapi cinta butuh tempat. Jika status ada tapi tak memberikan cinta tempat dihati mereka, bagaimana rasa nyaman bisa tercipta. Tapi jika cinta sudah memiliki tempat di hati mereka, maka cinta tak akan kemana karena rasa nyaman sudah tercipta pada tempatnya.   Ali dan Prilly berharap bahwa Tuhan selalu menjaga kebahagiaan mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD