Chapter 20

1375 Words

Thalia berlari menuruni tangga menghampiri anggota keluarganya yang tengah mengobrol santai di ruang tengah. “Li, suami kamu tadi kan nyusul, kok ditinggal?” tanya Vania yang sedang menepuk-nepuk p****t Edgar, balita itu sudah tertidur meski belum sepenuhnya nyenyak. “Ayah ih apa-apaan coba? Dulu aja ngamuk-ngamuk gara-gara Mas Ray masuk kamar aku. Sekarang malah diem aja!” protes Thalia yang langsung disambut derai tawa dari seluruh anggota keluarganya. Menyadari perkataannya yang ganjil, Thalia menutup mulutnya canggung sambil tertawa pelan. “Lia lupa,” cengirnya lagi. “Li, tolong bangunin anak-anak dong. Biar Teteh yang nyiapin makan,” titah Vania. Maksud anak-anak adalah Valerie, putrinya, juga Paulina yang tidur di kamar yang sama. “Iya, Teh.” Thalia membuka pintu kamar tamu de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD