Chapter 21

1283 Words

Rayhan merebahkan kepalanya di bahu Thalia. Suhu tubuhnya sudah lebih rendah. Namun, wajahnya malah tambah pucat. “Kata aku juga jangan banyak gaya kalau lagi sakit tuh!” omel Thalia tapi masih mengelus puncak kepala suaminya. “Bawel banget kamu. Untung sayang!” balas Rayhan dengan suara parau. Thalia membuang napas kasar. “Aku bawel karena sayang sama Mas.” Ia menghempaskan kepala Rayhan yang masih berada di bahunya. Karena gerakan yang tiba-tiba, Rayhan terjungkal ke samping tapi tidak sampai jatuh dari tempat tidur. “Aw, KDRT kamu, Yang.” “Bodo! Aku mau mandi aja, bye!” Thalia berdiri dengan cepat. Namun, sebelum melangkah, ia merasakan ngilu di bagian kewanitaannnya karena aktifitasnya dengan Rayhan. “Sakit, Yang?” tanya Rayhan sambil menahan tawa. “Gak!” jawab Thalia sewot samb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD