Usai melaksanakan solat subuh berjamaah dengan Rayhan, Thalia segera kabur dari kamarnya sebelum Rayhan kembali mengurungnya dan tak mengizinkannya keluar rumah sama sekali seperti kemarin-kemarin. Thalia menghampiri ibunya yang tengah menyiapkan bahan makanan yang akan dimasak untuk sarapan. “Eh, anak Ibu seger banget nih,” goda Kania saat Thalia ikut membersihkan sayuran di sampingnya. “Seger apanya? Lia lelah selelah-lelahnya ngurusin bayi gede,” keluhnya pada sang ibu. Kania terkekeh melihat ekspresi wajah Thalia. “Jangan ketawa, Bu. Lia lagi beneran kesel juga.” “Iya, iya. Kenapa atuh Rayhannya?” “Dia tuh sudah tua tapi manjanya bikin banyak istighfar. Masa dia seenaknya ninggalin kerjaan, mentang-mentang dia atasan juga.” “Tapi kan ada Reynard yang handle.” “Tapi, Mas Rey ju

