Chapter 17

1196 Words

Thalia kembali ke kamarnya setelah membantu ibunya menyiapkan sarapan. Ia bergegas cepat sebelum Rayhan keluar dari kamarnya dan bertemu dengannya yang masih acak-acakan karena belum mandi. Namun, usahanya tidak berhasil karena Rayhan memergokinya saat jarak ke kamarnya tinggal dua langkah lagi. Dengan gerakan cepat, Thalia membuka pintu kamarnya kemudian membantingnya keras sehingga membuat Rayhan tertawa melihatnya. “Tadi kenapa lari-larian?” bisik Rayhan dari belakang Thalia. Gadis itu melonjak karena tidak mengetahui keberadaan Rayhan sebelumnya. “Ngagetin aja!” dengusnya kesal. “Kenapa lari-lari, Sayang?” bisik Rayhan lagi sambil melingkarkan lengannya di perut Thalia. “Mas, kepergok Ayah, mati kamu!” ancam Thalia sambil mencoba melepaskan pelukan Rayhan. “Paling dikawinin,” jaw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD