Mala berbaring miring di ranjang barunya, tampak sedikit resah dengan tempat baru yang telah menjadi rumah barunya saat ini. Raka memang membawa Mala dan Leo untuk tinggal bersama dengannya, bersama Amel dan juga Andi tentunya. Deritan suara pintu memaksanya untuk berpura-pura memejamkan matanya. Mala tahu itu pasti Raka yang masuk. Entah mengapa Mala merasa belum siap jika harus melakukan apa yang memang harus di lakukan sepasang suami istri yang telah menikah. Wanita itu sejujurnya belum begitu yakin dengan keputusannya untuk menikah dengan Raka. Masih banyak hal yang mengganjal dihatinya. Bahkan, Mala hanya dapat tersenyum miris, ketika Raka hanya mengecup dahinya lembut setelah ijab qobul. Ia dapat melihat lelaki itu berkali-kali melemparkan tatapan lirih pada wanita yang berada di

