Tujuh Belas

813 Words

“Kamu nggak pulang?” tanya Mala pelan, jari telunjuknya bermain dikancing kemeja Raka. Wanita itu merasa cukup bahagia dapat kembali menenggelamkan wajahnya dalam pelukan Raka yang selama enam tahun ini Mala rindukan. “Nanti,” jawab Raka. Sesaat lelaki itu berfikir, ingin menentukan sebuah keputusan besarnya. Kejujuran Mala yang menyatakan jika dia masih mencintai Raka, membuat lelaki itu ingin sedikit berbuat nekat. “Mala…” panggilnya berat. “Hm?” “Bisa kamu kasih aku sedikit waktu.” “Untuk?” “Membujuk Amel, sampai dia ngijinin aku nikahin kamu.” Tubuh kecil yang yang berada dalam pelukan hangatnya itu seketika tersentak, menegakkan dirinya untuk menatap lelaki itu. “Ka-kamu... masih mau nikah sama aku?” tanya Mala gugup. Raka tersenyum kecil, mengulurkan tangannya untuk menyapa wa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD