Lima Belas

941 Words

“Maaf, kamu sibuk?” tanya seorang wanita yang baru saja melangkah masuk ke ruangan itu. Mala membulatkan kedua matanya saat merasa wajah itu tak asing lagi baginya, untuk sesaat Mala dan wanita itu saling bertatapan tajam satu sama lain. Tatapan yang sarat dengan aura peperangan, meskipun sama sekali tidak terjadi peperangan disana. “Nggak.” jawab Mala dingin sambil melirik Haruka sekilas. Memberikan kode padanya untuk segera keluar dari ruangannya. Haruka yang mengerti hanya mengangguk sekali dan segera angkat kaki dari sana. Mala mulai bertanya-tanya dalam hati, bagaimana bisa wanita itu datang menemuinya, apa mungkin dia telah mengetahui hubungan Raka dan dirinya di masa lalu? “Duduk.” ucap Mala mempersilahkan. Wanita yang masih berdiri di ambang pintu itu segera mendekati Mala, dudu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD