Raka tampak termenung di meja kerjanya, memikirkan penolakan Mala atas lamarannya. Raka tahu, siapa pun yang mengetahuinya melamar Mala, pastilah akan menganggapnya gila. Bagaimana tidak? Lelaki itu sudah beristri dan memiliki seorang anak, namun dia malah melamar seorang wanita lagi untuk menjadi istrinya. Tapi semua itu Raka lakukan atas dasar kesadarannya. Baginya, Mala dan Leo juga membutuhkan dirinya seperti Amel dan Andi. Terlebih bagaimana besarnya keinginan Raka untuk kembali bersama Mala, wanita yang selalu ada dalam hati dan pikirannya sekali pun Raka telah menikah. Desah napas gusar Raka terdengar di sana, Raka mengusap wajahnya untuk sekedar menepis segala kegusarannya. Tekad lelaki itu untuk mempersunting Mala telah bulat, meskipun Mala belum mau menerimanya. Dan kali ini, k

