“Terima kasih.” Raka menoleh menatap Mala yang mengantarnya keluar dari kamar Leo. leo sedang tertidur lelap setelah berbincang banyak dengan Raka yang baru saja dia kenal sebagai Ayahnya. “Ada yang mau aku omongin sama kamu.” ucapnya pelan. Mala membalas tatapan Raka, menatap lelaki itu polos. “Apa?” gumamnya. Raka mengedikkan kepalanya pada sebuah bangku panjang yang berada didepan kamar rawat Leo, bermaksud menyuruh Mala untuk duduk bersamanya disana. Kedua orang itu kini telah duduk disana, bersebelahan dalam jarak yang cukup dekat. Untuk beberapa menit, keduanya masih sama-sama berdiam diri. Larut dalam pikiran masing-masing yang merasakan sensasi tersendiri dengan jarak yang terjadi diantara keduanya. “Apa yang mau kamu omongin?” tanya Mala yang memilih lebih dulu membuka percak

