Dua Puluh Satu

1110 Words

Raka menatap punggung Mala dari depan pintu kamarnya, wanita itu tampak sibuk mengatur letak tidur Leo. Malam ini, dia membawa Leo tidur bersamanya. Hal ini memang kerap kali Mala lakukan saat perasaannya tengah tak tentu arah, karena baginya hanya Leo yang dapat menentramkan perasaannya. Raka mulai mendekat, berdiri tegak dibelakang tubuh Mala. Memperhatikan wajah Leo yang tampak tertidur pulas di atas ranjang. Lelaki itu menarik napas panjang, untuk sekedar menambah kekuatannya yang sejak beberapa hari ini seakan semakin menipis. “Maaf.” ucapnya pelan. Raka masih menunggu, menunggu reaksi Mala. Hingga akhirnya Mala beranjak dari tempatnya, berjalan cepat ke lemari pakaiannya untuk mengambil piyama tidurnya. Setelah itu melenggang masuk kedalam kamar mandi, seakan tidak ada Raka disana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD