Dua Puluh Dua

1143 Words

“Belajar yang rajin, oke?” ujar Raka pada kedua anaknya. Andi dan Leo mengangguk bersamaan. Terlebih Leo, anak itu menatap kedua orang tuanya dengan tatapan bahagia. Leo bahkan memeluk Raka lama sebelum sebelum masuk kesekolahnya. “Terima kasih, ya Pa... Leo selalu mimpiin hari ini, diantarin Papa kesekolah sama Bunda.” bisiknya pada Raka. Lelaki itu membalas pelukan Leo, tersenyum sendu mendengar ucapan anaknya. “Mulai sekarang, semua impian Leo bakalan terwujud. Leo nggak perlu lagi dengerin apa yang teman-teman Leo bilang. Leo anak yang sempurna, punya Bunda, punya Papa. Sama seperti mereka. Jadi, Papa minta sama Leo, jangan dengerin lagi omongan mereka dan jangan bertengkar. Bisa?” bisik Raka. “Bisa!” “Good.” Raka mencium pipi Leo penuh sayang. Mala yang melihat itu tersenyum haru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD