Dua Puluh Tiga

929 Words

“Pagi sayang.” Raka mengecup pipi Amel. Kemudian bergantian mencium pipi kedua putranya. Dia melirik satu kursi yang biasanya Mala tempati, kursi itu masih kosong. “Leo, Bunda mana?” “Nggak tahu, tadi pas Leo kekamar Bunda, Bunda nggak ada.” jawab Leo, dia terlihat santai sambil menikmati sarapannya. “Kayanya Mala berangkat lebih pagi, mas.” Sambung Amel. Raka mengerutkan dahinya. Aneh, pikirnya. Tidak biasanya Mala pergi sepagi ini. “Ya udah, kamu siap-siap ya sayang, kita anterin anak-anak berdua.” “Oke.” Selesai sarapan pagi, Raka bergegas keluar. Leo dan Andi sudah lebih dulu. Dia pikir kedua bocah itu sudah duduk manis didalam mobil, tapi ternyata mereka berdua malah bercengkrama bersama satpam yang menjaga rumah mereka. Raka tersenyum kecil dan menghampiri mereka. “Kok malah ng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD