perjanjian di malam pertama

1696 Words
cuaca di luar sangat dingin dan hujan pun begitu lebat,sepertinya hujan yang turun menggambarkan perasaan Novy yang rapuh. dengan masih sesegukan dia berusaha menetralkan perasaannya agar berhenti menangis,agar tidak terlihat bodoh. ya Novy benar-benar mendengar jelas bahwa Noval menyebut kata bodoh,apa Novy terlihat bodoh? tentu saja tidak,Novy hanya wanita biasa,dan kata bodoh itu hanya keluar dari mulut Noval saja. Noval keluar dengan hanya berlilitan handuk tidak terlalu besar menampakan d*da bidangnya,Novy menoleh tidak ingin melihatnya,melihat itupun Noval tersenyum jijik. "dasar perempuan so suci."umpatnya dari jauh tidak terdengar oleh Novy,tentu saja karena hujan dengan suara petir yang awet dari tadi. setelah Noval memakai baju,dia naik ke ranjangnya,mungkin dia lelah karena terlalu lama berpura-pura,tanpa memperdulikan Novy yang duduk di sopa jauh dari tempat tidurnya. "hei kau,tidurlah jika sedang di kamar atau berdua seperti ini,jangan berakting aku tau sipat aslimu." mendengar suara itu,suara yang selalu menyakitinya akhir-akhir ini,Novy pun menoleh kearahnya,memangnya Novy berakting apa.? "a-apa maksud anda tuan?" dengan ragu Novy bertanya,entah keberanian dari mana,Novy benar-benar ingin tau, penilaian noval tentang dia. "cih...dengan kamu bertanya saja aku tau watak aslimu,jujur saja kamu menerima pernikahan ini karena kamu menginginkan hartaku dan juga keluargaku bukan."tuduhnya. Novy mengeleng cepat tentusaja bukan,ini demi kehormatan Santi jika ia menolak Novy takut menyakiti hatinya. "kenapa diam hem...bukankah itu sipat burukmu,dengarkan aku baik-baik,walaupun nanti kita berpisah kamu tidak akan mendapatkan apapun,dan ingat itu semua benar-benar akan terjadi pada waktunya."lanjutnya lagi menusuk hati Novy. pasalnya pernikahanya baru tadi pagi dan selsai acara juga baru beberapa jam saja,di malam pertama saja ucapanya sudah sampai begini,lalu apa kabar di malam berikutnya?. Novy benar-benar harus extra untuk hal menahan emosi karena si ulah lidah pedas yang satu ini. "oh satu lagi, jangan pernah mencampuri urusan hidupku urus saja dirimu,pikirkan baik-baik rencana jahatmu karena semuanya akan sia-sia,dan ingat jangan pernah menyentuh barang milikku,karena semua milikku itu berharga." Dan Novy hanya mendengarkan apa yang Noval ucapkan,dia tau barang milik Noval harganya tidak main-main,dari merek dalam Indonesia no satu dan luar negri ternama,Novy juga tau yang menyiapkan ataupun membersihkan barang milik Noval adalah orang kepercayaannya,tapi Noval disini bukan lagi lajang,dia mempunyai seorang istri yang wajib melakukan apa yang harus dia lakukan, seperti memasak untuk suami,menyiapkan baju ketika dia kemana pun,dia wajib tau apa yang akan di lakukan Noval,tapi dari sini Novy paham betul,dia bukan seorang istri melainkan pajangan hidup di kamarnya tanpa melakukan apapun yang ia bisa. dan tanpa banyak bicara Novy hanya mengangguk paham akan semua dari A-Z ia paham Noval tidak akan dan tidak akan pernah menganggap Novy ada sebagai istrinya. *** walaupun perkataan Noval semalam membuat dia tidak tidur semalaman tapi dia bertopeng istri Noval yang harus terlihat seperti istri sungguhan jika diluar kamar,di luar kamar dia harus seperti seorang istri sungguhan, di luar kamar dia bebas. catat itu walaupun masakan yang Novy masak tidak pernah ia makan,Noval memilih memakan roti dari pada makan makanan istrinya. "eh pengantin baru sudah sibuk di dapur."celetuk Santi ingin menggoda. Novy hanya mengangguk,sambil tersenyum itulah Novy,dia tidak banyak bicara,dia merasa kebahagiaan dia telah hilang dari semenjak orang tuanya tiada semuanya musnah sudah,tapi Santi tau dan sudah terbiasa jadi Santi tidak terlalu aneh akan sikap novy yang hanya menampilkan senyum manisya saja. "mana suamimu,ko belum bangun masa sudah punya istri makin ngelantur saja sih,dasar anak bandel."ujarnya kesal. "siapa yang bandel ma?" suara berat itu mengangetkan dua wanita tersebut. "mama kira kamu belum bangun Val." "memangnya kapan Noval bangun terlambat?"dinginnya. memang Noval ini sangat rajin,dia tidak pernah libur,sakit saja tidak pernah ya tentu saja karena dia selalu menjaga kesehatan dia tentunya lebih memilih diri sendiri dari pada orang lain. "mau kemana kamu Val,sudah rapih seperti ini?"tanya Bu Santi ingin tau. "kantor,di kantor ada masalah."jawabnya mengambil tempat duduk. "lebih baik kamu ambil cuti dulu,lagian kamu baru kemarin nikah masa sudah mau kerja lagi,ada Rendi,biarkan Rendi yang mengurus,lihatlah istrimu jangan sering-sering di anggurkan."ucapnya panjang lebar. mendengar kata istri Novy yang sedang mencuci peralatan dapur pun terdiam beberapa saat dan melanjutkannya. helaan nafas Noval sedikit kasar, sebenarnya dia bukan ingin ke kantor di kantor tidak ada masalah apapun hanya ingin meluapkan semua kekacauan dalam hidupnya,dari mulai di tinggalkan kekasih pujaannya dan di jodohkan dengan pembantunya sendiri bukankah ini hal konyol pikir Noval. "aku tidak bisa ma ini sangat penting."ucapnya sambil melahap roti tawarnya kembali. "tidak ada yang tidak bisa kamu lakukan mama tau betul kamu Val,ayolah ambil cuti saja untuk beberapa hari saja,mama mohon heumm."ucapnya penuh permohonan. melihat mama tercintanya memohon seperti itupun Noval tidak tega,bagaimana pun dia seorang anak,dan Santi adalah ibunya yang membesarkannya,dia tau apa arti durhaka tentu saja Noval tidak ingin di cap anak durhaka apa lagi Noval masih melihat Novy ada di sana Noval tidak ingin terlihat buruk ya karena dia memang selalu benar,dari sudut matanya Noval bisa melihat Novy sedang mengaduk s*su hangat. "baiklah ini hanya untuk beberapa hari saja?" "makasih anak mama,mama sayang Noval."ucapnya memeluk erat Noval. "em Noval juga."ucapnya membalas pelukannya. "nov bukannya sayuran dalam pendingin sudah habis?"tanyanya pada Novy yang langsung mengeceknya. "iya ma sudah."jawabnya. "bagaimana jika kalian berbelanja ke mall di hari pertama kalian menjadi suami istri."serunya. mendengar itupun Noval tersedak,Novy pun buru-buru mengambil s*su yang tadi ia buat untuk Noval. melihat itupun Santi tersenyum Novy sanggat perhatian,nanti ketika mereka berpisah Santi yakin Novy benar-benar yang akan merawat Noval dengan sepenuh hati,seperti dirinya dulu merawat Noval dengan penuh kasih dan sayang. "aku gak mau ma."jawabnya cepat ketika sudah minum. "Novy saja mau,benarkan nov?" bagaimana ini Novy tidak sanggup jika harus menjawab iya ataupun menganguk ,Novy takut akan hal-hal kemarin terjadi kembali,apalagi mall dia tidak tau belum pernah sama sekali, maklumlah di kampung Novy tidak ada yang namanya mall yang ada hanya pasar kaget yang di adakan dadakan saja. "diamnya Novy adalah jawaban yang tepat, bergegaslah Novy siap-siap dandan yang cantik pake baju yang kemarin mama kasih untukmu cepatlah."ujar Bu Santi tidak sabar. ya kemarin memang Bu Santi memesan pakaian untuk Novy,karena Santi rasa pakaian yang dulu Novy sering pakai hanya itu-itu saja,jadi dia membelikan semuanya untuk Novy dari mulai baju, celana,sepatu,tas,make up dan berbagai perhiasan hargnya juga gak kaleng-kaleng harganya nyampe selangit benar-benar keluarga SANJAYA sangat baik terhadapnya,Novy bersyukur akan itu. *** di mobil hanya sunyi,tidak ada yang berniat memulai obrolan,Novy hanya menunduk,dia tau pasti tuanya marah,tangan Novy pun sangat dingin dan berkeringat karena menahan ketakutannya,sesekali Novy melirik ke arah suaminya,matanya yang tajam menatap lurus kedepan,dia hanya pokus pada jalan, tangannya yang sedang menggenggam stir mobil pun meremasnya dengan erat seperti sedang menahan amarah,Novy yakin itu. tiba-tiba mobil berhenti mendadak,lagi-lagi kening Novy terbentur dan berdarah ini memang cukup keras karena Noval sengaja melakukannya. inilah Novy di jadikan pelampiasan kekesalannya,Noval benar-benar sangat jahat. "cih so polos,jika kamu tidak mengiyakan ini tidak akan terjadi,jangan pernah kamu tampilkan wajah polosmu itu aku jijik melihatnya."ucapnya langsung melnjutkan mobilnya kembali. Novy tidak merasakan darahnya menetes dia tidak perduli akan hal itu tapi ucapan Noval lagi-lagi menyakiti hatinya. yang Noval tau,Novy adalah anak dari supir yang tidak berpropesonal, dan Noval tidak suka itu,gara-gara ayah Novy kekasihnya juga hilang tidak terkejar waktu itu. *** hanya Novy yang masuk kedalam mall,Novy sebenarnya takut jika ia masuk tapi susah untuk mencari arah keluar,tapi kata Noval pusat belanja ada di bawah jadi tidak usah naik,dan jika tidak tau arah keluar dia bisa menanyakan ke scurity,Novy tau sekadar apapun manusia pasti ada sisi baiknya buktinya Noval mengingatkan Novy agar dia tidak kesasar lagi dan tidak merepotkan Noval lagi. novy yang sedang mengambil roti tawar yang ada di rak paling atas sedikit kesusahan,tidak ada orang di pojok sana,ini membuatnya kesulitan untuk meminta tolong,ya roti tawar adalah favorite Noval karena tidak ingin memakan yang di buat Novy,maka dari itu Novy menomor satukan ya. tubuh Novy benar-benar pendek lihat saja dia masih mencoba menggapai apa yang ingin dia dapat dia tidak putus asa hanya karena untuk suaminya,wanita ini memang pantang mundur. tiba-tiba tangan kokoh berotot itu mengambil yang ingin Novy ambil,Novy pun langsung melihat siapa yang ingin mengambilnya,itu Novy duluan yang ingin mengambilnya jangan karena tinggi badan dia pendek dia di sepelekan dan harus mengalah tidak ini demi suami. "maaf tuan itu punyaku."ujarnya menunjuk roti yang dia pegang. Novy memang sangat menggemaskan,lihatlah pria ini menatap Novy dengan senyum manisnya,seprti anak kecil pikirnya. "tentu saja,ini punyamu aku hanya ingin membantumu gadis kecil."ucapnya mengacak rambut Novy yang di ikat. mendengar itu novy mengangkat wajahnya,dan menatap pria ini,bukanya dia pernah bertemu? tapi dimana?Novy bertanya pada dirinya sendiri. "apa kamu ingat aku?"tanya si pria. "a-aku lupa-lupa ingat tuan,maaf,tapi apakah kita pernah bertemu?"yang di tanya malah balik tanya. mendengar itupun pria tinggi ini tertawa kencang,ini sangat lucu pikirnya sendiri. "tentu saja kita penah bertemu,keningmu yang waktu itu terluka bukan?"ucapnya memperhatikan keningnya kembali. pria tinggi itupun melotot,kenapa setiap bertemu gadis kecil ini, keningnya selalu terluka aneh,diapun tiba-tiba pergi membuat Novy bingung. setelah beberapa menit pria itupun kembali dengan membawa pelastik putih yang berisikan alkohol dan juga plester,dan tanpa meminta izin pria inipun mengobati kening Novy dengan pelan-pelan. "bukankah Anda juga yang waktu itu tuan?"kini Novy mengingatnya. "sykurlah kamu masih ingat aku."ucapnya setelah selsai. "tapi tuan sapu tangan yang anda berikan belum aku kembalikan,aku tidak membawanya maaf."sesalnya. "itu buat kamu aja,dan jangan panggil aku tuan,namaku Rendi kamu terserah mau memangilku apa." "tapi tuan maaf tapi aku tidak terbiasa,biarkan aku memangilmu tuan Rendi jika kita bertemu kembali." "baiklah, terserahmu saja,tapi biarkan aku membantumu,sepertinya kamu sangat kerepotan."tawarnya. "tidak usah tuan aku bisa sendiri." "yaudah namamu siapa,kamu sudah tau namaku tapi aku belum tau namamu."tanyanya "namaku novy Aryanti." "nama yang bagus untuk orang manis sepertimu." mendengar itu novy tertawa kecil,what tertawa kecil bukanya dia sering tersenyum dan jarang tertawa tapi ini bersama Rendi dia tertawa,Novy baru kenal tapi Novy yakin Rendi orang baik. *** sedangkan di dalam mobil Noval menggerutu kesal,karena Novy terlalu lama,Noval yakin kalau Novy tau jika dirinya tidak suka menunggu lama. "sialan apakah dia sengaja,membuatku menunggu seperti ini,oh apa dia balas dendam kepadaku karena tadi,bukankah itu kebodohan dia,kenapa dia tidak memakai sabuk pengaman dasar gadis bodoh."selalu saja seperti ini,Noval tidak akan pernah terlupakan oleh mulutnya yang super pedas,sepertinya ibunya saat mengandung memakan makanan yang pedas jadinya anaknya bermulut pedas jauh seperti ibunya yang baik hati dan lemah lembut. terima kasih untuk following kedua aku ,untuk kaka hyoena hyura29 terima kasih? jangan lupa tekan love❤️ di bawahnya biar ada notice langsung ke kalian next time ❤️ jangan lupa komen.?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD