sakit

1355 Words
sudah seminggu setelah kejadian yang menurut Novy tidak enak hati dan seminggu juga noval tidak pernah ingin bicara ataupun sekedar bertaya,dia benar-benar tidak suka menunggu tapi sepertinya dia senang menunggu yang tak pasti. setelah kejadian itu pun Novy jadi serba salah,dan juga berpikir apa noval melihat Novy dengan seorang pria waktu di pusat perbelanjaan dan mungkin dia cemburu melihatnya? tapi sesegera mungkin ia menyagkal pikiran yang tidak masuk akal ini,tapi jika itu terjadi Novy sepertinya akan sedikit bahagia jika itu terjadi.!!! *** di meja makan sudah terjajar sangat rapi di setiap hidangan yang tersaji Novy tidak lupa menyeduhkan s**u hangat untuk sang suami,Novy tau belakangan ini Noval sangat sibuk terlihat jelas ketika Noval sering pulang malam dengan rambut acak-acakan seperti orang prustasi karena kerjaan mungkin. kalau boleh jujur Novy sebenarnya sering menunggu suaminya pulang hanya saja Novy takut jika ia belak-belakan i tu memalukan. Novy sering berpura-pura tidur padahal mata Novy masih segar dia juga bingung kenapa ketika ia ingin tidur harus melihat suaminya terlebih dahulu setelah itu tidur Novy benar-benar nyenyak. apa karena suaminya ini tampan?. tidak butuh waktu lama Noval turun dengan tas kantornya duduk tanpa melirik sedikitpun ke arah Novy yang tepat ada di hadapannya,Novy yang masih melihat Noval kagum suaminya ini benar-benar sangat tampan sungguh,jika boleh sekali saja novy sangat ingin menyentuh wajahnya yang mulus terawat wajah yang menenangkan dirinya. "heumm bukankah kamu melihatnya setiap hari apakah tidak bosan."ejek sang mama sambil tertawa. dengan cepat Novy menundukkan kepalanya,ah dia malu. "val lihatlah wajahnya memerah." sepertinya noval sedang tidak tertarik dengan mamanya ini,Noval tidak suka ini seharusnya sang mama mengerti,tapi bukan Santi namnya jika harus kalah dengan sang anak,ingat pernikahan ini terjadi juga karena Santi yang selalu merayu membujuk dan dengan sedikit akting berwajah sendu,bermata berlian. "val kapan kamu membawa Novy kekantormu lagi,siapa tau di sana Novy bisa sedikit membantumu." "itu tidak penting,sudah ada sekertaris yang mengurus semuanya." "baiklah itu terserahmu."terdengar sendu di kuping Noval . "oh ya ma papa kapan pulang?" tanyanya mengati topik pembicaraan. pintar sekali bukan?dasar Noval. "sepertinya papa tidak jadi datang karena mama yang akan menyusulnya."jawabnya cuek. deg...jantung Novy berdetak kencang,jika ibu mertuanya menyusul pak adih bukankah Novy berdua di rumah sebesar ini,Novy tidak mau ini terjadi Novy takut. "tapi ma bukankah kemarin papa bilang akan datang besok?"Tanya Novy penasaran. mendengar itu Santi tersenyum seperti ada makna di senyuman manisnya ini. "iya setelah itu juga papa nelpon jika papa tidak jadi pulang dan menyuruh mama menyusulnya saja,memangnya kenapa?"tanyanya sambil memakan nasi goreng seafood buatan mantunya. "ti-tidak kenapa-kenapa ma,hanya saja akan sedikit canggung jika kita hanya berdua." "eh bukankah di kamar kalian juga hanya berdua kan?"pertanyaan.nya membuat Novy malu tidak untuk Noval yang tak tau malu. setelah selesai sarapan dan tentu saja hanya roti tawar dan s**u hangat sudah menjadi kebiasaan setelah menikah dengan Novy,tidak ada yang ingin tau apa sebab dan musababnya terserah menurut Santi Noval sudah mau menurut padanya juga sudah sangat bersyukur,tapi menurut pikiran Novy apa Noval takut jika makanannya tidak enak atau Noval takut jika Novy meracuninya,jika itu benar terjadi maka Novy yang akan terlebih dahulu memakan racunnya. *** di kantor tiba-tiba Noval teringat ucapan mamanya bahwa jika ibunya menyusul papanya maka ia berdua dengan Novy. "aishhh...si*l pikiran macam apa ini,mana mungkin tidak-tidak jangan pernah ada ha***t ingin memilikinya,ingat karena keluarganya Kinan tidak di temukan." tiba-tiba dring benda pipih berbunyi menghalau semua kekesalannya pada dirinya sendiri. "heum ada apa."cueknya. "apa sudah di temukan."lanjutnya. "sebelumnya mohon maaf tuan,nona Kinan sudah di temukan,ta-tapi ketika kita tiba di sebuah apartemen namun pemiliknya sudah pindah mungkin pria yang bersama nona mengetahui aksi kami tuan."ucapnya takut. "berengsek siapa pria itu,cepat beritahu aku,dan jangan biarkan mereka lolos apapun caranya kalian harus terus mencarinya."ucapnya kesal dan langsung mematikan telepon secara sepihak. dengan kesal ia melempar ponselnya sembarang arah, sampai tidak menyadari kehadiran seorang pria yang sedari tadi memperhatikannya dengan kening berkerut bingung. "apa kamu masih mencarinya?"tanyanya mengagetkan Noval. "apa kamu tidak punya tangan sampai lupa mengeruk pintu?"tanyanya kesal. "jika aku tidak punya mana mungkin aku bisa masuk."ucapnya duduk di kursi panjangnya. "kau selalu saja membuatku kesal." "bukankah karena Kinan dan pria misterius itu yang membuatmu kesal,kenapa kamu bawa-bawa aku bodoh."ucapnya tidak suka. "ah entahlah,perasaanku benar-benar tidak enak." "itu bukan perasaanmu tapi otakmu."ucapnya sambil menunjuk otaknya sendiri. "baiklah itu masalahmu,tapi jika suatu saat keluargamu tau bahwa sampai saat ini kamu masih mencarinya mungkin bukan hanya aku saja yang kecewa padamu tapi istrimu Val ingat itu."ucapnya mengingatkan. "itu tidak penting sudah kubilang ren jika kamu menginginkannya ambil saja,dia bukan typeku jauh sekali di banding Kinan ren." "astaga Noval Sanjaya seharusnya kamu menolak pernikahan ini,kamu akan lebih menyakiti hatinya." "itu keinginanya,aku hanya korban di sini ren."ucapnya terdengar rapuh. "dia yang korban dan kamu seperti pelaku yang tidak bertanggung jawab,yang mulai permainan ini kamu ren,dia tidak tau menau,dan ingat dia hanya seorang gadis yang tidak tau apa-apa,dia korban atas ulahmu." Rendi Sanjaya, benar-benar tidak habis pikir bukankah Noval sangat jahat,dia menjadikan Novy seperti alat hanya karena dia menyetujui pernikahan ini . *** di sisi lain Novy duduk di mobil pribadi milik Bu Santi,di antar oleh supir pribadi,dengan celana jeans baju berwarna Lilac rambut di biarkan tergerai,terlihat sangat segar cuaca sangat mendukung tidak terlalu panas dan jugatidak hujan. sebenarnya bukan karena telinga Novy sudah kebal,tapi karena mamanya Novy jadi harus mengantarkan makan siang Noval. tadi dari rumah Novy bersama Santi tapi tiba-tiba Santi ada urusan penting katanya ada arisan dan turun di cafe sepertinya ide Santi sangat real tidak ada setingan wah hebat buk Santi. setibanya di depan gedung mewah ini Novy turun dengan pelan,ada rasa gugup ketika menginjakkan kaki di gedung besar ini,dia juga tidak menyangka ini milik suaminya. "sungguh suami yang hebat"puji Novy dalam hati. Novy berjalan mendekati resepsionis dan bertanya dimana letak ruangan beliau beruntung resepsionis ini tau Novy karena memang dia menghadiri acra pernikahannya resepsioni stersebut juga mengantarkan Novy di depan ruangannya dan menyuruh Novy masuk setelah itu pun resepsionis berpamitan melanjutkan pekerjaannya. Novy mengetuk dengan hati-hati dia takut menganggu Noval yang sedang bekerja. lama tidak ada jawabanpun Novy masuk tak lupa dengan menjinjing tempat makanan. "oh kemana tuan ruangannya kosong."ucap Novy sambil celingukan. "heumm..bukankah Anda tidak sopan nona?" tidak suara berat ini yang ia rindukan, iya Novy rindu di saat Noval selalu saja cuek padanya,tapi cueknya itu bikin kangen aneh sekali. "untuk apa anda masuk tanpa seijinku,apa karena anda merasa sudah seperti nona di sini." "ti-tidak tuan aku hanya ingin mengantarkan makanan untuk tuan."ujarnya menyodorkan makanan tersebut. "bukankah kau tau aku tidak akan memakan-makanan gadis licik sepertimu." "ah apa kau lupa dengan perjanjian kita,jangan pernah mencampuri urusanku bodoh."ucapnya mendorong kening Novy pelan. "a-apakah aku gadis bodoh."tanya Novy pelan. "ya tentu saja,kenapa?apa kamu tidak menyadarinya." Novy mengeleng dengan mata memanas menahan tangisnya,sepertinya dia tidak ingin terlihat lemah. "dengarkan aku baik-baik,walaupun kamu menangis seperti apapun itu,bahkan jika kamu pergi jauh dariku kamu pikir aku peduli?" Novy menganguk paham,dia tau kata-kata yang menyakitinya perlahan makin menusuk kalbu sangat sakit. "bawa makananmu dan jangan pernah ada niatan untuk kembali ke sini,walaupun mama menturuhmu,kamukan punya otak taukan bagaimana cara menolak."ucapnya dengan smrik di bibirnya. dan tanpa pikir panjang,Novy buru-buru pergi tanpa membawa kembali bekal Noval dia terlanjur sakit. "huh menyebalkan sekali hari ini." "siapa yang menyebalkan?"tanyanya penasaran. "tidak ada, kenapa kamu sangat hobi memasuki ruangan orang lain tanpa mengetuk pintu." Rendi tidak menanggapinya matanya pokus pada bekal noval,dia mendekat dan bertanya. "siapa yang mengantarkannya,apa istriku kemari?" "kenapa banyak tanya sekali,jika kau ingin makanlah,aku tidak Sudi memakanya." "tentu saja aku akan memakanya."ucapnya langsung menyantapnya. "wah... makanannya enak sekali Val,apa ini masakan istrimu.? "entahlah seingatku,setelah menikah dengannya nafsu makan ku hilang." "jangan seperti itu cobalah." namun Noval benar-benar tidak ingin. "baiklah terserahmu saja."ucapnya melanjutkan makannya. "oh ya siapa nama istrimu Val."ucapnya sambil membereskan sisa makanannya. "Novy."jawabnya singkat. "Novy,Novy mana.? "astaga ren kamu kenapa sih, boro-boro mikirin dia dari mana,yang jelas dia adalah anak dari supir tidak bertanggung jawab." di benak Rendi dia takut Novy yang selama ini iya kagumi adalah istri dari ponakannya. "tidak-tidak nama Novy ada banyak,dan aku harus mencari Novy kemana,kenapa tiba-tiba aku merindukanmu Novy Aryanti."ucapnya dalam hati. "tidak ada yang tau watak seseorang,yang jelas jika kamu tidak di perlakukan baik jangan pernah ada rasa dendam di hati" jangan lupa tekan love❤️ see u✨
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD