sakit 2

1533 Words
setetes demi tetes hujan menguyur tanaman di halaman depan,dengan Novy yang masih saja belum ingin masuk ke rumah karena takut Bu Santi sudah balik lebih awal. masih dengan berdiam diri memikirkan ini dan itu di otaknya sendiri,Novy ingat jelas perkataan Noval tadi siang membuat Novy sadar diri,dimana letak dan derajat yang harus ia banggakan dan duduki. maka dari itu pula Novy bertekad tidak akan terlalu benar-benar mencampuri urusan Noval,tapi jika Noval yang meminta baru Novy akan bertindak dengan senang hati,ingat Novy di sini adalah gadis penurut,imut,baik,dan manis,jika tidak ya itu keinginan Noval. "aku akan menjadi seorang istri yang baik dan berbakti padanya,walaupun aku tau tuan tidak pernah menganggap aku istrinya tapi dengan status istri bukankah aku harus setia padanya walaupun aku juga tidak mencintainya".ucapnya dalam hati. dan setelah itu barulah Novy masuk dengan senyum tipisnya,benar pirasat Novy Bu Santi sudah duduk manis di ruang televisi sambil menonton dan jangan lupa di temani secangkir teh hangatnya,untung saja Novy sempat beradu argument dengan diri sendiri sebelum masuk jadi dia bisa menyembunyikan kesedihannya di balik senyuman manisnya. "eh kamu sudah pulang?" "iya mah,tadi tuan Noval sangat sibuk dan akan ada meeting jadi tuan menyuruhku balik terlebih dahulu."cecarnya. "ih dasar Noval padahal bentar lagi dia juga balik,kenapa dia tidak menyuruhmu menunggu saja sih."gerutunya. "tak apa mah,tuan juga terlihat sangat kelelahan tadi."bohongnya kembali. maafkan Novy, dia benar-benar tidak bermaksud untuk menambah dosa. "begitukah." Novy pun menggaguk. Santi menatap mata Novy dengan spontan,sedikit mengimitasi tidak ada yang jangal disana jadi Santi percaya. "baiklah aku percaya." Novy pun membuang napas dengan lega. "kamu istirahat terlebih dahulu sebelum suamimu balik,aku tau kamu kelelahan."tangan Novy mengelus rambut Novy dengan lembut menandakan kasih sayang yang tulus. "aku jahat dan aku berbohong."desis Novy dalam hati. merasakan kasih sayang dari seorang mertua adalah keinginan setiap orang berkeluarga termasuk Novy yang kurang akan kasih sayang ibu serta ayahnya. *** jam menunjukan 7 sore dan Noval sudah datang,tumben sekali pikir Novy. Novy hanya sibuk membersihkan sopa yang selama ini menjadi tempat beristirahatnya sedangkan Noval dia masih sibuk akan laptopnya melewati acara makan malam. Novy keluar hendak mengambil air minum karena Novy sudah terbiasa bangun di jam ketika orang lain tertidur pulas hanya karena merasa dahaga di tenggorokan. dengan mata yang tajam Noval melihat Novy tak suka,dia tidak suka akan suara bising membuka pintu dan masuk lagi kekamar dengan seenak hatinya,itu menggangu konsentrasinya. menit ke15 pun Novy kembali dengan nampan berisikan satu gelas kopi capuccino untuk Noval dan air putih untuknya,dia tau Noval sangat banyak yang harus dia urus,maka dari itu diamengambilkan kopi untuknya agar ketika Noval mengantuk dia bisa menahannya dengan meminum kopi,baik dan sangat perhatian sekali. "untuk apa,aku tidak menyukai kopi apalagi buatanmu,menjijikan."tolak Noval ketika Novy meletakkan gelas berisikan kopi tersebut. "maaf tuan saya kira tuan menyukainya,jika tuan tidak menginginkannya aku akan mengembalikannya."ucap Novy berlalu pergi dengan gelasnya. "bukankah sudah berkali-kali ku bilang jangan pernah berbuat seenaknya di sini."bentak Noval kasar. "ta-tapi tuan niat saya baik hanya ingin membantu tuan agar pekerjaan tuan ringan."Novy menunduk takut tatapan Noval menusuk. "alasan apa kamu sedang cari muka disini di hadapanku,ingat ini dengan baik aku tidak akan pernah menganggap kamu istriku sialan."teriak Noval mengambil gelas dan melemparnya. badan Novy bergetar,kenapa dia semarah ini pikir Novy. mata Novy terpejam air mata benar-benar turun tak tertahan, melihat semuanya hancur,gelas hancur berkeping-keping seperti hatinya. apakah ketika sudah hancur seperti ini bisa kembali utuh seperti semula? Novy berjongkok membersihkan kepingan gelas tersebut masih dengan air mata yang turun membuat pandangan Novy tidak pokus. "akh."pekik Novy sakit. ini karena benda tajam tersebut tangan Novy berdarah dan Noval tidak perduli. itu pekerjaannya dari awal itu yang ada di benak Noval dan berlalu pergi. *** "apa-apa kalian ini,apakalian gila."teriak Noval dari sambungan telepon. "maaf tuan tapi Poto yang kita dapatkan itu benar-benar bukan bualan,itu nona Kinan tuan." "dan bersama seorang bayi."mana mungkin pikir Noval. "dengarkan aku baik-baik tetap awasi Kinan sampai aku menemukan waktu luang untuk pergi ke korea.'' "baik tuan." telepon pun terputus. "ba**gan siapa yang berani menculik kinan."ucapnya prustasi. *** disisi lain Novy tengah duduk di sebuah taman dia bingung harus mengantarkannya atau tidak saja. Bu Santi memaksa Novy agar setiap hari mengantarkan bekal untuk makan siang Noval walaupun Bu Santi tau Noval tidak akan memakanya tapi Santi sangat ngotot dan selalu membuat Novy percaya diri atas ucapanya. "Noval memang orangnya harus di paksa nanti juga lama kelamaan luluh."ucap Bu Santi karena tau watak anak sulungnya. "hufff..bukankah dunia ini sangat adil."dia melihat anak laki-laki tengah bercanda dengan ayah,dan di sebelah kiri dia juga melihat anak kecil sedang memakan cemilannya dengan seorang ibu yang selalu menghibur. benar apa yang di katakan Novy,dunia memang adil tuhan adil,dan jika kamu belum bahagia itu bukan saatnya namun akan ada saatnya di mana kamu bahagia ingat itu dan garis bawahkan dengan besar. "lama tak bertemu."ucapnya mengagetkan. Novy pun menoleh melihat siapa pelaku yang mengagetkannya. "tuan Rendi."ucap Novy memastikan. melihat Novy sedikit mengingat membuat Rendi gemas, bisa-bisa pria tampan sepertinya gampang terlupakan.seingat Rendi hanya Novy permpuan yang melupakan wajah tampannya. ada-ada saja Novy ini. "iya aku rendi."ucapnya. "lelaki yang terus memikirkan dan merindukanmu."lanjutnya dalam hati. astaga apakah rendi sudah seperti pemuja rahasia, tidak-tidak Rendi tidak tau status Novy. "tuan apa yang anda lakukan disini." "aku."tunjuknya pada diri sendiri. Novy pun mengangguk. "entahlah,kakiku sendiri yang menuntunnya,apa karena ada kamu disini?" "aku."tunjuknya seperti gaya Rendi tak sadar. dan Rendi mengangguk-angguk mengikiti gaya Novy dengan sengaja. melihat itu pun Noval tertawa puas,Novy benar-benar sangat lucu,dia adalah permpuan yang masuk dalam kategori type masa depan. "ya tuhan kenapa kamu sangat menggemaskan."cubit Rendi pada pipi Novy dan novypun kesal jadinya. "okeh-okeh berhentilah tertawa,tapi lihatlah wajahmu benar-benar lucu,aku sangat menyukainya."ucapnya tak sadar. namun beberapa detik Rendi pun berhenti tertawa secara mendadak,mungkin Rendi tersadar oleh ucapannya sendiri,setelah itu dia memperbaiki cara duduknya dan menetralkan suasana,merubah topik pembicaraan. "baiklah aku hanya ingin mencari udara segar saja,lalu kamu kenapa disini?. "aku bingung haruskah aku mengantarkannya,bosku sangat galak aku jadi takut." "galak." "hemm dia galak dan juga berbibir pedas." seketika Rendi tertawa kembali. "kumohon jangan seperti itu,kau tau kamu sangat lucu jika sedang ngedumel seperti ini." bagaimana tidak Novy memonyongkan bibir pinknya. tapi bukan karena itu,Rendi sedikit tergoda oleh bibir tanpa polesan itu,ini terlihat natural Rendi ingin mencobanya khayalan. setelah lama berbincang,Novy pamit terlebih dahulu karena jam mungkin sudah menunjukan jam makan siang,dia harus tetap menjalankan tugasnya. ada rasa tak rela ketika Novy meninggalkannya,Rendi hanya bisa pasrah saja,dia yakin Novy adalah tulang rusuknya. *** setelah sampai Novy menghampiri resepsionis terlebih dahulu,Novy takut jika Noval sedang sibuk,tepat setelah mendapatkan izin Novy naik kelantai 19 di mana ruangan bos besar terletak disana. Novy mengetuk pintu sudah 5 menit Novy diluar tak ada jawaban di dalam sana,membuat Novy berpikir apakah tuan Noval sedang di dalam WC jadi Noval tidak mendengarnya. lama kelamaan Novy pun lelah sendiri jadinya,dan memilih masuk mengingat Noval tadi mengijinkannya naik. dan pintu pun terbuka menampilkan dua sejoli sedang berc**man panas,dengan mata melotot karena kaget Novy benar-benar tidak percaya akan hal ini. Novy pun berlalu meninggalkan Noval dan wanita aneh itu,tidak lupa sebelum Novy pergi,Novy menitipan bekalnya pada resepsionis,dengan mata sedikit berembun masih dengan senyum yang sedikit terpaksa dan pergi begitu saja setelah mengucapkan kata"maaf dan permisi". sedikit aneh memang tapi bukankah dia barusan seperti sedang menahan tangis,pikir resepsionis cantik itu. *** di tempat lain,Noval mengigit bibir wanita yang sempat Noval sewa,jika tidak di berhentikan wanita ini benar-benar keenakan dan seenaknya. enak saja ini hanya milik Kinan semuanya untuk Kinan,dan Kinan hanya miliknya,itu pikirannya dan disitu-situ saja. "bibir tuan sangat manis,aku jadi menyukainya."celetuk wanita sewaan itu. "sialan,pergilah kau ja**Ng,aku muak melihatmu."ucapnya melemparkan segepok uang. setelah itu wanita sewaanpun pergi dengan rasa bangga tentunya. "aku yakin wanita itu sedang menangis dan sebentar lagi dia akan menyerah tanpa harus aku yang mengawalinya." "lihat saja seberapa lama kamu akan bertahan denganku gadis kecil,"lanjutnya lagi. "apa maksudmu Noval?" "aish kau selalu saja mengagetkanku." "aku sempat bertemu perempuan berpakaian aneh,apa dia menemuimu?tebaknya. "itu bukan urusanmu,lagipula itu bukan aneh tapi sexy you know." "baiklah aku tau itu tanpa harus memujanya."mendengar itu Noval menggunguk paham. "tapi apa ini,tadi sewaktu di bawah seorang resepsionis memberikan ini padaku,apa ini bekal untukmu?" "iya itu bekal untukku jika kau mau makanlah,aku tidak ingin memakan masakan gadis si*LAN itu." "sebentar-sebentar tumben sekali istrimu hanya menitipannya dan tidak langsung di antarkan saja,apa jangan-jangan berkaitan dengan wanita aneh itu?"selidik Rendi. "tentu saja,apa kamu tau dia langsung pergi begitu saja melihat aku berc**man panas dengan wanita yang ku sewa itu."bangganya melihat Novy menangis. memang itu hanyalah sebuah kebohongan agar Novy lelah dan menyerah,sepertinya membuat Novy menangis setiap saat menyakitinya setiap waktu itu adalah hobbinya. dan detik itu juga rendi terbatuk-batuk,tidak habis pikir jalan pikiran Noval yang agak kurang ini. "apa kau gila."protesnya. "aku tidak gila, hanya saja aku hanya ingin mendengar kata lelah dan pergi dariku tanpa ku suruh." "Noval bodoh,bahkan jika aku seorang wanita dan tidak mencintaimu,melihat adegan aneh itu pasti sangat sakit,kamu benar-benar tidak punya hati Noval,dia menangis bukan karena cemburu Noval karena dia istrimu,istrimu yang harus kau lakukan seperti itu bukan wanita aneh lain."kesalnya terhadap Noval. astaga Rendi cape sendiri jadinya,seperti anak kecil saja dasar Noval. bahkan jika kamu tidak di hargai oleh siapapun jangan pernah mengutuk dirimu sendiri,kamu berhak bahagia dan carilah kebahagian itu sendiri dan ikuti kata hatimu sendiri,love myself ? see u? jangan lupa tekan love ya❤️
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD