kali ini Novy berjalan pulang,entah apa yang di pikirannya.
Novy pun mendongak melihat langit yang sebentar lagi akan turun hujan,dia pun tersenyum tipis dan berucap.
"apa aku benar-benar tidak berguna di dunia ini?"dia bertanya pada dirinya sendiri.
dia tau apa arti keluarga,termasuk kehidupannya berstatus istri yang tidak di harapkan,kali ini ada rasa aneh yang menjalar di hatinya"perih".
"apa aku harus menyerah dan akan berpisah."sedihnya.
berpisah?
what tidak mungkin,dia masih kecil usia 19 tahun itu masih terlampau muda dan jika itu terjadi,itu artinya seorang Novy akan menjadi "single parent" itu tidak boleh terjadi.
secepat kilat Novy mengeleng dan melanjutkan jalannya.
"aku harus tetap berjuang sampai aku lelah."niatnya.
Tuhannya sangat membenci kata perpisahan maka Novy akan berjuang.
di tengah arah jalan pulang hujan benar-benar turun,menguyur semua gedung yang menjulang tinggi mengelebur semua rasa aneh pada dirinya.
kehidupannya seperti bumerang, masih dengan berjalan gontai air hujan pun menguyur semua pakaian yang ia kenakan,dan tiba-tiba dari arah kiri berlawanan kendaran beroda dua itu mentancapkan dengan sangat kencang tepat di sebelah tangan kiri Novy dan ya novy pun terjatuh bukan karena tersenggol namun karena ia kaget setengah mati.
"astagfirullah aladzim"sebutnya sambil menerawang kendaraan tersebut.
kali ini Novy yang salah.
***
setelah sampai pun Novy langsung masuk ke kamarnya,tidak bukan kamarnya namun tuannya.
untung saja keadaan rumah sangat sepi mungkin yang lain sedang bersiap untuk makan malam nanti.
jangan tanya Bu Santi, dia orang yang sibuk akhir-akhir ini, jadi Novy tau kemana dia pergi.
sesudah membersihkan diri Novy pun turun melihat keadaan di lantai bawah,memang letak kamar Noval ada di lantai dua,Novy turun dengan sedikit pincang mungkin karena dia terjatuh tadi entahlah bagi Novy ini belum seberapa sakitnya jadi dia hanya mehiraukannya saja.
"bi apa yang harus Novy bantu."tanya novy setelah melihat dua perempuan yang sibuk dengan peralatan lainnya.
"eh nona tidak perlu semuanya sudah selesai, nona tinggal menunggu tuan noval kembali dan nyonya juga."
"ih bi sudah Novy bilang jangan memanggilku dengan panggilan nona,Novy tidak suka."terlihat Novy tidak terima toh dia juga sama drajatnya.
sering kali Novy menolak tapi tetap saja mereka melakukannya karena bentuk hormat katanya.
melihat itupun kedua wanita paruh baya itu hanya tersenyum bangga,Novy dari dulu memang rendah hati dan sopan terhadap orang yang lebih tua darinya.
ketika Novy sedang asik berbincang dengan kedua wanita yang sudah seperti keluarga baginya menit itu juga Novy buru-buru pamit berniat melihat siapa yang datang.
"mama baru pulang."tanya Novy ketika Santi masuk.
Santi benar-benar bahagia,ketika Novy menyalimi dengan hikmat,menantu pilihan yang tepat pikirnya.
"iya nov mama tadi ada urusan penting dengan teman mama."sahut Santi dengan senyuman.
dan Novy pun mengangguk paham.
"apa mama ingin Novy siapkan air panas,diluar sangat dingin cuaca sedang tidak baik jadi mama jangan mandi terlalu larut itu tidak baik."ucapnya lagi ketika Santi memposisikan duduknya.
"terima kasih nov,tidak perlu repot-repot,mungkin sebentar lagi Noval pulang siapkan semua untuk suamimu."halusnya.
mendengar kata suami Novy jadi ingat kejadian tadi siang,oh tuhan apalagi ini rasa aneh ini muncul kembali.
dan lagi-lagi novypun mengangguk mengerti.
di tengah malam Novy terbangun karena merasa tenggorokannya kering ia lupa membawa air minum kekamar tadi,kepalanya juga pusing mungkin epek dari hujan-hujanan kemarin siang,lalu sebelum membuka pintu mata novy menyerngit bingung.
"kemana tuan,apa dia belum juga pulang."pikirnya.
***
disini Noval Sanjaya berada,di tengah gemerlapnya cahaya kota di Korea,tepatnya di kota Seoul kaki Noval berdiri tegak memandang aneh semua orang yang berlalu lalang.
seperti sedang mencari sesuatu,entahlah mungkin iya.
"Kinan kamu di mana."cicitnya.
oh tuhan aku lupa tentu saja noval sedang mencari masa depannya yang dulu, jauh-jauh dia terbang ke Korea demi seorang Kinan!!
mungkin menurut pria dingin ini,Kinanlah yang akan melelehkan sikapnya yang dingin bak es balokan prik ini.
ayolah buka matamu karena yang terbaik bukan hanya masa lalu..
"si*LAN kalian membohongiku."teriaknya sesudah sambungan terhubung.
di serbang sana hanya menelan ludahnya takut "maaf tuan tapi beberapa hari ini nona Kinan memang sering meluangkan waktunya ketempat yang sudah saya kirimkan alamatnya tuan."
"lalu kemana lagi dia pergi?
apa kalian sudah tidak membutuhkan uang hahh...?
jika iya katakan secepatnya."kesalnya menjambak rambutnya sendiri.
"tidak tuan,saya akan berusaha semaksimal mungkin."
"jangan banyak bicara buktikanlah."tuntutannya langsung memutuskan sepihak.
***
"kenapa dia belum juga bangun."suara itu terdengar bergetar.
"Tante tenang saja,dokter bilang Novy hanya kecapean dan sedang banyak pikiran."pria ini hanya bisa memenangkan wanita yang sudah di anggap ibu keduanya.
mereka berdua hanya menatap nanar wanita yang terbaring lemah ini,semalam ia ditemukan pingsan oleh Bu Santi ketika dirinya ingin mengambil air untuknya.
dengan panik dia berusaha menghubungi anak semata wayangnya sudah berkali-kali,namun susah sekali hanya untuk sekedar mengangkat panggilan dari ibunya sendiri.
jadi Santi dengan tidak banyak pikirpun menghubungi Rendi dan menyuruhnya pergi kerumahnya di jam satu malam.
tentu saja Rendi selalu menuruti apa kata Santi selaku ibu keduanya,memang jarak rumah mereka sangat jauh tapi inilah yang di namakan keluarga,selalu ada di kala sedih dan bahagia.
"enghh.."
mendengar Novy bersuara Rendi buru-buru menghampirinya tatkala ia sedang memikirkan sesuatu.
"kamu sudah bangun?"tanyanya lembut.
mendengar itu novy bangun dan menggambil posisi duduk dan tentu saja Rendi membantunya.
"aku di mana?"bukannya menjawab Novy malah balik bertanya.
baru bangun dari pingsan saja sudah membuatnya gemas.
"tentu saja ini di kamar suamimu dan dirimu."sedikit sewot tentu saja kenapa Novy bertanya seolah dia tidak tau kamarnya dan juga suaminya,apa Novy sengaja agar Rendi sakit hati membayangkannya.
Novy kaget mendengarnya dan buru-buru ia turun dari ranjangnya,Novy takut Noval memarahinya karena kasurnya Novy tiduri,setelah ini Novy janji akan mencucinya dengan bersih.
"kamu ini kenapa."bingungnya melihat sikap aneh Novy.
lagi-lagi Novy di buat kaget oleh suara Rendi pria yang kemarin bercanda dan tertawa kecil bersamanya.
"kenapa anda ada di sini tuan?"
"lalu apa kamu tau jika tidak ada aku,kamu masih tergeletak di dapur mau?"
kenapa ucapanya sedikit aneh pikir Novy,dia sudah seperti Noval,menyeramkan dengan ucapan datarnya barusan.
"kamu Gak usah takut seperti itu,saya tidak gigit ko,kamu taukan saya baik."Rendi menuntun Novy kembali ke ranjangnya.
dan novypun menurut "istirahatlah kamu kelelahan semalam kamu juga demam,apa kamu kehujanan ketika mengantarkan makanan untuk suamimu."terselubung raut wajah sedih di wajah Rendi dan anehnya dia masih bisa tersenyum tulus.
mendengar suaranya sedikit bergetar Novy menoleh,memang mereka tengah duduk dengan bersebelahan mereka sama-sama menatap kedepan.
"tuan,apa tuan baik-baik saja?"
"apa tuan sedang ada masalah,jika ada ceritakanlah saya siap mendengarkan keluh kesahmu tuan."bujuk Novy menghadap Rendi.
kenapa Noval tidak bahagia dengan pernikahannya,bukankah Novy orang yang sangat hangat pikirnya masih menatap mata indah Novy.
"tuan."sudah tiga kali novy memanggilnya namun tidak ada jawaban,membuat Novy menepuk lengannya pelan.
"eh iya,kenapa,ah tidak saya tidak ada masalah apapun jadi kamu tenang saja."gugupnya ketika tanpa sadar tangan Novy masih besentuh dengan tangan Rendi.
"istirahat aku akan pergi dan mungkin nanti sore aku akan kembali menjenggukmu."
"tapi tuan."suara Novy mengentikan pergerakan Rendi.
"kenapa."ucapnya menoleh.
"apa tuan tau,tuan Noval ada di mana?"
"aku tidak tau, kalau begitu aku pergi dulu."ucapnya sedikit kesal dan memilih pergi.
***
dering ponsel itu menggangu tidur nyenyak Noval,berulang kali Noval biarkan tetap saja suaranya tidak berhenti,dan mau tidak mau dia harus melihat siapa orang yang menggangu tidur nyenyak ya.
Dan ibunyalah yang menghubunginya "iya mah kenapa."ucapnya khas orang bangun tidur .
"kamu ini dimana sih,istri sakit kamu malah GK bisa di hubungi cepat balik mama sudah harus pergi."
"iya mah maaf aku kan gak tau kalau dia sedang sakit."
"suami macam apa kamu,awas aja kalau sakitnya makin parah kamu sebagai suaminya harus tanggung jawab sendiri."
"iya mah,jika mama sudah siap berangkatlah terlebih dahulu, aku kan pulang ko, kalau urusan Novy juga sebentar lagi Noval pulang."
setelah itu panggilan pun berakhir.
disudut bibirnya Noval tersenyum mungkin dia bangga pada dirinya sendiri,yah memang ini keinginannya.
"wanita bodoh yang tidak penting."
*jika tujuan hidup mu hanyalah kenangan maka beralihlah ke masa depan tanpa harus melihatnya kebelakang,ingat masa lalu jadikanlah pelajaran*
see u?
tekan❤️itu gratis ko Bun...