kembali

1264 Words
udara hujan di luar nampak menggiurkan sang empu yang terusik karena dinginnya pagi hari ini. tak ada matahari terhitung tiga hari lebih ini,entah cuaca saat ini benar-benar sangat di luar nalar dan dugaan,benar-benar kuasa yang di miliki tuhan sanggat tidak bisa di tebak. dengan susah payah melawan ego untuk tetap berselimbut tebal akhirnya Novy bangun dengan perlahan,mengusap wajah serta matanya yang nampak masih menyipit. setelahnya Novy bangun dan langsung menyambar handuk punyanya,tentu saja seorang Noval tak akan Sudi jika harus berbagi untuknya. dan Novy tau itu. memakan waktu hampir tiga puluh menitan karena Novy berendam sebentar,dan dirinya pun sudah bersiap membersihkan ranjang milik suami yang sempat dia pakai karena sakit kemaren,setelah berpakaian rapih ala rumahan tentunya. tunggu kenapa kaki Novy melangkah ke arah jendela,dan Novy tak sadar itu. melihat kearah luar yang masih hujan turun dengan lamban, membasahi seluruh perkarangan di depan rumah. hatinya tiba-tiba saja menanyakan suaminya,dimana dia? dan apakah sudah makan? Novy sedikit bodoh di sini,jika pun Noval makan maka Noval tidak akan pernah ingin memakan masakannya. hufff.... terdengar helaan napas kasar di sana Novy tadinya tak ingin ambil pusing tapi namanya suami sudah beberapa hari ini tak ada kabar mau gimana lagi. khawatir pasti. dan Novy pun memilih untuk melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda. di rasa semua telah beres dan rapih Novy pun tersenyum tipis melihatnya. tapi tiba-tiba mata Novy seketika melotot di buat terkejut oleh kehadiran sosok pria yang sedang menatapnya tajam. tapi sebisa mungkin Novy menampilkan senyuman tipisnya dia ingin mencairkan suasana,ini masih pagi untuk Novy kembali mendengar uraian kata pedas miliknya. "tuan sudah kembali?"tanpa rasa ragu Novy melangkah mendekat. bukannya menjawab Noval malah melangkah maju,ada rasa aneh menjalar di hati Novy,hati Novy berdetak kencang ini pertama kalinya apa Novy benar-benar merindukan pria dingin ini? Noval tidak memperdulikan Novy yang bertanya dan malah memilih rebahan di kasur miliknya sambil memainkan ponselnya. melihat itu Novy tersenyum kecut dan memilih menyiapkan air hangat untuk Noval mandi. "ck...untung saja ranjangnya sudah bersih jika tidak mungkin aku akan menghabisi mu."sarkasnya dalam hati. melihat Novy keluar dari kamar mandi Noval memilih memejamkan mata tidak ingin melihat Novy sedikitpun. "tuan jika anda akan membersihkan diri,air hangat sudah siap,kalau begitu saya permisi."hormatnya menunduk sebelum pergi. merasa Novy sudah menutup pintu kembali Noval membuka matanya dan tanpa pikir panjang Noval pun masuk ke dalam kamar mandi ,bukan karena menurut akan ucapan Novy tapi Noval sangat lelah jadi dia butuh berendam. *** kini Novy di sibukan untuk menyimpan sarapan pagi,Novy yakin Noval juga belum sarapan. terserah dirinya ingin makan atau tidak yang terpenting Novy sudah melayani suami dengan cara seperti ini. tidak butuh lama semuanya sudah selsai dan tinggal menunggu Noval turun dan tidak di sangka Noval turun dengan sendirinya. ya Noval turun karena mencium aroma sup ayam yang menarik langkahnya. sup ayam memang cocok dikala dingin seperti ini pikir Noval,dan anehnya dari baunya masakan tersebut seperti bukan masakan bibinya. membuat dia penasaran. "tuan mari makan semuanya sudah siap." dengan langkah malas Noval mendekati meja makan dan terlihat beberapa tumis-tumisan,sup,ayam goreng dan buah-buahan yang menghiasi meja makan terlihat apik dan enak di pandang. bukannya duduk Noval malah banyak tanya. "kemana bi asih?" "masakan siapa ini?" "apa ini masakan mu?" nyali Novy benar-benar menciut hanya karena Noval bertanya ini dan itu,dan pada akhirnya Novy menjawab satu persatu. "bi asih pulang kampung tuan,anaknya sakit,dan perkiraan sudah sekitar beberapa hari lalu semenjak nyonya Santi menyusul ayah tuan." tanpa ada yang tau sebenarnya bi asih pulang kehendak Santi,Santi sengaja agar mereka bisa berduaan tanpa ada rasa canggung. mendengar itu Noval mengganguk dan terlihat sedang menunggu jawaban lain. "dan untuk masakan ini,aku yang telah memasaknya tuan."ucap Novy menunduk takut. "berani sekali kamu menyuruhku memakan masakan kotormu,cih." deg.. rasa percaya diri kini telah runtuh sudah,pikir Novy salah besar,tadinya Novy benar-benar memasak untuknya walau tak di makanpun juga tak apa,tapi mendengar Noval berkata kasar ini membuat Novy langsung pergi dia teramat sakit sungguh. dengan langkah pincang karena memang luka di kaki belum terlalu sembuh Novy pergi untuk menenangkan hati,apa ini cobaan pernikahan tanpa cinta? Noval yang melihat jalan Novy sedikit aneh hanya bisa memandang saja tanpa ada niat bertanya"kamu kenapa?,kenapa jalanmu seperti itu?. Noval benar-benar keras kepala. *** "si*l dimana dia."gumamnya sendiri. "hei bodoh di mana kamu."teriaknya mengelegar kencang. merasa kesal Noval menuruni anak tangga,melihat sekeliling Novy pun tak ada,dan akhirnya dengan langkah sedikit berlari Noval menuju dapur dia yakin Novy di sana. dan benar saja Novy sedang bediri membelakanginya sepertinya Novy sedang mencuci piring. ada rasa tak enak hati untuk Noval,karena tadi noval seorang diri menghabiskan masakan Novy. "si*l punya perut tidak bisa di ajak kompromi dan lidah ini juga membuatku malu."gerutunya dalam hati. tentu saja malu niatnya hanya ingin mencicipi malah kebablasan makan sampai tak tersisa. "hei apa kau tuli?" mendengar itu novy tersentak kaget,pasalnya Novy tidak terlalu pokus. "maaf tuan." "mama menghubungiku dia ingin berbicara kepadamu."ucapnya menyodorkan ponselnya dan berlalu pergi. *** setelah berbincang sangat panjang novy pun berpamitan dan menyuruh mama mertuanya itu agar menjaga kesehatan karena memang musim hujan akan lebih baik jika sesama keluarga mengingatkan. "siapa ini?"tanyanya pada ponsel tersebut. tidak bukan karena Novy gila namun di layar ini terdapat pigur perempuan berparas cantik sedang tersenyum lebar menampilkan cincin yang indah. mata Novy menyipit memperhatikan cincin tersebut. "bukankah itu persis cincin tuan Noval." "tapi dia siapa?" beribu-ribu pertanyaan aneh muncul di pikirannya,apakah dia masa lalunya? sepertinya Novy akan mencari tau tentang ini,ini sangat penting menyangkut masa depan dan pernikahanya. **** di hari yang sedikit mendung ini Novy bangun dari tidurnya,bersiap untuk membereskan perlengkapan suaminya ke kantor,dan tentu saja memasak untuk sarapan. mengingat kemarin Novy tersenyum manis,dimana awalnya Noval menolak makanannya tapi ketika dia kembali semuanya sudah habis termakan. Novy yakin Noval punya gengsi yang cukup tinggi sehingga harus terlebih dahulu mengusirnya dengan cara menyakitkan itu. semalam Novy tidak tidur sekamar jadi Novy tidur di kamar semula dirinya ketika pertama kali dirumah ini ia datang. tak butuh waktu lama Novy sudah sampai di dapur tentu saja dapur dan kamarnya bersebelahan tak memungkinkan untuk Novy turun terlebih dahulu. "kenapa mobil tuan sudah tidak ada."gumamnya. "apa dia sudah berangkat ." novypun berjalan ke arah kamar Noval untuk memastikan. dua kali di ketuk pun tidak asa jawaban dari dalam,dan akhirnya Novy pun masuk karena memang tidak di kunci. melihat sekeliling pun Novy tak menemukan Noval,apa Noval sudah berangkat tanpa sarapan? buru-buru Novy turun dan memasak untuk di bawa ke kantor. Novy berniat menyusul Noval. *** tidak hujan hanya sedikit mendung pria dingin itu hanya menyesap kopi hangat miliknya. "kenapa aku seperti orang telah mencuri makanan dan sedang bersembunyi tidak ingin ketahuan." "apa maksudmu?" "Rendi...."teriak Noval dia benar-benar kesal. Rendi seperti datang tidak di undang pulang pun juga tidak di hantar dia suka tiba-tiba ada.aneh "apa maksudmu berkata seperti itu." "bukan urusanmu."ketusnya . "itu urusanku,dan kenapa kau selalu datang tiba-tiba,untung saja aku tidak punya penderita jantung."lanjutnya. "itu karena dirimu yang tidak tau kehadiranku saja." "diamlah,aku sedang pusing." "bagaimana kabar istrimu?" mendengar itu Noval menoleh. "untuk apa kamu menanyakannya?" "tidak aku hanya penasaran saja." "karena aku yang menjaganya ketika dia sakit."cecarnya. "ya aku tau." "jika kamu tidak akan pernah menerimanya lepaskanlah dan biarkan dia bersamaku."ucap Rendi berlalu pergi . mendengar itu Noval sedikit kesal bisa-bisanya ponakannya sediri berucap demikian. *auhtor suka bingung soalnya tidak ada masukan dari kalian,sedih juga karena memang ngerasa belum cukup puas untuk alur cerita,jadi mungkin komflik rumah tangga Novy tidak akan mendalami peran dan sedikit berantakan:( yu sama-sama memiliki jiwa membaca dan menulis karena sang penulis jika tidak ada yang membaca pasti akan down jangan lupa komen biar auhtor cepet up kembali. dan jangan lupa tekan love ❤️ dan follow akun juga... kesuksesan penulis juga dukungan dari pembaca? see u?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD