Alfian mencondongkan wajahnya tepat di depan Sarah. Napas beraroma mint terasa berhembus menyapu wajah cantik Sarah hingga membuatnya terpejam dan tidak mampu berpikir logis. "Ingat Sarah, saya belum menikah. Jangan suka menggosip hidup orang lain." Bisikan lembut Alfian ditelinga Sarah membuat gadis itu spontan membuka matanya. Sarah yang awalnya terlena segera menggunakan logikanya. Diliriknya jari jemari tangan dosennya. Hufh, tidak ada cincin melingkar di sana, bagaimana bisa membuktikan. "Laki-laki menikah dan belum tidak bisa dibedakan. Yang benar saja, Pak Mahesa terhormat..." Sarah menjeda kalimatnya dengan sebuah penekanan. Lalu dia tertawa hambar. Dahi Alfian mengernyit heran, kenapa gadis di depannya ini tertawa. "Memangnya ada yang lucu, ya?" ujarnya dengan tangan sudah

