SWC 36 (orang baru)

1254 Words
Ataya berlari menyusuri koridor sekolahnya. Hari ini ia terlambat ke sekolah karena semalam ia melakukan video call dengan artha sampai lupa waktu. Dan akhirnya ia bangun kesiangan. Ataya terus berlari karena jam pertama adalah matematika dengan guru killer nya. Ataya takut jika gurunya sampai di dalam kelas lebih awal dari dirinya Bugg "aww" ringis ataya saat bokong nya mendarat dengan mulus di lantai "eh sorry sorry" ucap seseorang yang baru saja tak sengaja bertabrakan dengan ataya. Orang itu mengulurkan tangannya untuk membantu ataya bangkit "makasih" ucap ataya sambil menepuk bepuk rok nya. "hai, em lo tau dimana ruang kepala sekolah nggak?" tanya orang itu. Ataya memandangi orang itu dari atas sampai bawah "lo anak baru?" tanya ataya. Dan orang itu mengangguk sambil tersenyum "kenalin gue gilang" cowok itu mengulurkan tangannya kepada ataya untuk mengajaknya berkenalan "ataya" jawab ataya membalas uluran tangan itu "lo bisa anterin gue ga? Ke ruang kepala sekolah" tanya cowok itu "em.. Gimana ya? Yaudah deh gue anter" balas ataya. Sekalian jika ia telat nanti kan ada alasan mengantar si anak baru ini. Batin ataya Ataya dan gilang berjalan bersama menuju ruang kepala sekolah. Tak ada percakapan diantara mereka. Hanya terdengar suara sepatu mereka saja karena semua siswa dan siswi sudah masuk kedalam kelas masing masing "ini ruang kepala sekolahnya. Gue duluan ya" ucap ataya setelah mereka sampai "oh oke, makasih" ataya hanya membalasnya dengan senyuman. Kemudian ataya pergi melesat menuju kelasnya. Sampai di depan kelasnya ataya mengintip di jendela, ternyata gurunya belum datang. Ia menghelas nafas lega. "huh untung selamat" "apanya yang selamat" ataya terkejut mendengar suara itu. Perlahan ia membalikkan tubuhnya dan mata membulat sempurna saat melihat gurunya ada dibelakangnya "eh ibu, selamat pagi" sapa ataya kemudian mencium tangan gurunya itu "kamu telat?" tanya gurunya "engg.. Itu bu, tadi..." "tadi dia yang ngantar saya ke ruang kepala sekolah bu. Jadi dia telat masuk kelasnya" jawab gilang yang ternyata sejak tadi ada di belakang guru matematika itu "oh. Yasudah ayo masuk" kemudian mereka masuk ke dalam kelas. Ataya duduk di bangkunya. Dan saat itulah ia mendapat tatapan sengit dari carol "lo dari mana aja bego. Lo lupa waktunya guru killer?" cerocos carol sambil berbisik "gue bangun kesiangan" jawab ataya. Dan mendapat jitakan dari carol "pagi anak anak" ucap bu susi (guru matematika) "ada teman baru untuk kalian hari ini. Ayo perkenalkan dirimu" ucap bu susi "hai selamat pagi" sapa gilang pada semua teman temannya dan langsung mendapat jawaban sangat bersemangat dari para siswi apalagi bianca and the geng. "perkenalkan nama saya gilang aditama. Salam kenal untuk kalian semua" setelah perkenalan itu bu susi menyuruh gilang untuk duduk di bangku yang kosong sebelah andre. Dan bangku itu tepat di belakang ataya. Saat berjalan gilang tersenyum pada ataya dan dibalas senyuman juga oleh ataya. "lo udah kenal dia?" bisik carol dan ataya hanya mengangguk "ataya" panggil gilang dengan lirih. Tadi ataya sempat mendengar gilang berkenalan dengan andre dan setelah itu ia memanggil namanya. Ataya menoleh sedikit ke belakang "ga nyangka kita sekelas. Gue harap kita bisa temenan baik ya" ucap gilang. Ataya mengangguk dan memberika jempolnya satu jempolnya pada ataya ********** "Artha!!" panggil seseorang dari arah belakang artha. Membuat artha menoleh ke arah sumber suara. Dan kemudian artha tersenyum saat melihat ternyata orang itu adalah denada "kamu kemana aja" tanya denada. Mereka sudah berjalan beriringan menuju kelas mereka "kemana? Ga kemana mana" "satu minggu ga kelihatan di kampus?" tanya denada "oh.. Gue balik ke indonesia. Adek gue ulang tahun" "ataya? Wah kenapa kamu ga bilang. Kalau, kamu bilang aku bakalan nitip kado buat ataya" "udah gapapa. Lagian kemarin dia dapet hadiah banyak banget" jawab artha sambil tersenyum pada denada "denada!!" panggil seseorang dari arah belakang mereka "violet. Hai.." sapa denada. Kemudian cewek yang dipanggil violet oleh denada itu pun berlari menuju mereka. "hei aku cari in dari tadi" ucap violet saat sudah didepan denada. Denada tertawa "haha.. Sorry. Oh ya kenalin teman aku. Dia dari indonesia juga" ucap denada pada violet. Violet langsung menoleh ke arah artha yang hanya menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi "oh ya? Hai.. Gue violeta. Panggil aja violet. Gue juga dari indonesia" sapa violet dengan mengulurkan tangannya. Artha hanya diam, sampai akhirnya denada menyenggol lengan artha. Dan barulah artha merespon violet "artha" balas artha. Violet tersenyum setelah mendapat balasan dari artha. "makan yuk. Laper" ajak denada "lo ga ke kelas?" tanya artha. Denada melihat jam tangannya "masih setengah jam lagi. Makan dulu deh. Ayo kamu ikut juga artha" denada mennggandeng tangan artha di sebelah kiri dan tangan violet disebelah kanan. Karena dipaksa akhirnya artha menurut saja. sampai di cafe kampus mereka kemudian memesan makanan dan minumam mereka. Kemudian mereka duduk di meja yang sama. Artha sibuk dengan ponselnya sedangkan denada dan violet sibuk berbincang. Bukan denada dan violet tapi hanya denada saja. Karena sejak tadi violet terus mencuri curi pandang ke arah artha yang padahal sama sekali tak peduli padanya. "artha ini sahabat nya pacar aku. Dan kita udah kenal cukup lama" ucap denada kepada violet. Violet mengangguk anggukkan kepalanya "de, dirga nge chat gue. Katanya lo di suruh telfon dia" ucap artha tanpa mengalihkan pandangannya dari handphone nya "oh ya? Astaga aku lupa. Handphoneku mode silent.Bentar ya" denada mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Kemudian ia pergi mejauhi artha dan violet karena ia harus menelfon dirga "di indonesia rumah lo dimana?" tanya violet memecahkan keheningan "jakarta" jawab artha masih sibuk dengan ponselnya. "oh ya. Sama dong. Gue juga dari jakarta" ucap violet dengan heboh. Namun artha hanya diam saja. Violet merasa kesal dengan sikap cuek artha. "halo" ucap artha menjawab telfonnya "..." "lagi makan di kampus. Kamu udah belajar?" "..." "belajar yang rajin. Bentar lagi ujian" "..." "iya. Kamu jangan tidur terlalu malam. Nanti sakit. Besok harus sekolah juga kan" "..." "yaudah. I love you" kemudian sambungan telfon tertutup. Violet yang mendengar percakapan artha dengan orang itu menjadi penasaran. Sepertinya orang itu orang spesial. Karena jika dilihat sikap cuek artha sama sekali tidak ada jika dengan orang itu. Apa dia pacarnya artha? Tanya violet dalam hatinya "pacar lo?" tanya violet "bukan" "terus?" "adek" Violet manggut manggut. Entah kenapa ia senang mendengarnya. Pantas jika artha bersikap manis pada adiknya. ********** Ataya membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Telfon nya masih meperlihatkan kontak artha. Ia baru saja selesai menelfon artha. Ataya membuka aplikasi galeri nya dan melihat foto foto nya bersama artha disana. Senyum tak luntur dari bibirnya. Atayaa  2.569 suka Atayaa gendong Lihat semua 124 komentar Noelaa ataya suka gendong ya Digocarolpunya manja Nadinee like youuuu Carolcantik enak ya yang digendong. Yang biasanya jalan sendiri bisa apa Atayaa bilang aja iri yaelah @Digocarolpunya Atayaa baper kan jadinya nih cewek @carolcantik Nathaliee wih asik nih Andriansyah jalan sehat kenapa gendong Digocarolpunya jangan baperan nanti anak kita gimana @carolcantik Carolcantik apaan sih @digocarolpunya Artha.srya nanti kalau aku pulang di gendong lagi ya. Udah jangan nangis. Cup cup Digocarolpunya @Artha.srya Artha.srya apa lo @Digocarolpunya Atayaa apaan sih. Siapa juga yang nangis @artha.srya Ataya tersenyum senyum sendiri membaca komentar komentar yang ada. Selalu saja artha muncul dengan komentar ajaibnya. Dan digo carol menjadikan ruang komentarnya seperti tempat personal chat. Mengjengkelkan. Namun tiba tiba ataya mendapat pesan w******p w******p From: Bang artha Udah malam tidur jangan main handphone terus Hehe.. Iya ini juga mau tidur kok Yaudah. Have a nice dream Thanks. I love you so much Mee to. More tha you know Ataya selalu senang jika artha memberinya kalimat itu. Serasa hidupnya bagai melayang jika artha mengatakannya. Ataya mengecas handphone nya di atas nakas. Kemudian menarik selimutnya dan mematikan lampu tidurnya. Dan setelah itu ia pergi ke alam mimpinya . . . .  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD