Bima saat ini sedang disibukkan dengan urusan kafe dan restoran yang telah diserah terima jabatkan padanya. Sudah hampir satu bulan lebih dia fokus pada kegiatan itu. Setiap hari harus berangkat ke kafe di pagi hari dan siang harinya akan berkunjung ke restoran. Atau pun sebaliknya. Urusan usaha harum manisnya, sudah dia serahkan penuh kepada pegawai kepercayaannya dengan dibantu pengawasan Darma. Dia saat ini harus fokus mempertahankan dan mengembangkan usaha kuliner yang diamanahkan oleh ayahnya kepadanya. Bima sampai lupa, bukan lupa. Namun pikirannya yang terpecah pada kafe dan restoran membuat “lamaran” belum menjadi prioritasnya saat ini. Kafe dan restoran harus dalam kondisi stabil dulu. “Bima, apa kamu sudah menentukan waktu untuk datang melamar Sabrina?” tanya Darma setelah me

