CHAPTER 32. Magic Eye

1332 Words

*** Sekali lagi Zafi menarik rambut Namira, "marah?" tanyanya sebab sejak tadi Namira hanya diam saja. Perempuan itu menolehkan kepalanya, menunjukan senyum cerianya. "Marah karena apa?" tanyanya pura-pura tak mengerti. Zafi berdecak, "Udah jadi kebiasaannya pura-pura kuat?" tanyanya. "Huhh? Marah kenapa sih?" Namira balik bertanya. Masih dengan kepura-puraannya. Membuat Zafi semakin gemas saja. "Marah karena nggak jadi dicium?" godanya. Namira terdiam. Keterkejutan jelas terlihat jelas di mata perempuan itu. Namun dia memilih untuk melanjutkan kepura-puraannya. "Maksudmu?" tanyanya. "Nggak ada maksud apa-apa," balas Zafi. Ia juga tidak menyangka akan mengatakan itu pada Namira padahal dirinya juga merasa salah tingkah jika mengingat kejadian tadi. Mendengar Zafi membalas pertan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD