*** Kanara baru saja turun dari tempat tidurnya dengan tertatih saat pintu ruang rawat inapnya terbuka. Menampakan sosok Zafi dan Namira yang berjalan beriringan. "Sayang, mau ke mana?" tanya Zafi tergesa menghampiri tunangannya itu. Kanara tersenyum tulus. Ia membiarkan Zafi membantunya untuk menuju jendela. Kanara menghirup udara segar dari jendela, "Kangen banget kebebasan," sindirnya pada Zafi. Membuat lelaki itu diam-diam menatapnya dengan terluka. Setelah itu Zafi juga mengalihkan perhatiannya pada Namira. Pikirannya bercabang namun satu yang pasti ia harus secepatnya melaksanakan rencananya. "Sabar Sayang, sebentar lagi," bisik Zafi yang sudah kembali menatap Kanara. Zafi memeluk perempuan itu dari belakang, mengikuti ke mana arah pandang mata Kanara. Melihat kemesraan itu me

