Siksaan Dalam Keindahan

1032 Words
Apartemen yang dihadiahkan Sei menjadi saksi seperti apa perjuangan Neira agar bisa tetap dibutuhkan Sei. Gadis itu tidak pernah bosan menunjukkan sesuatu agar Sei terhibur. Untuk hari ini, ia ingin menunjukkan tarian video klip nya pada Sei agar ia takluk padanya dan melupakan Sally. Neira tidak lelah menghentakkan pinggul dan meliukkan tubuhnya. Pose seksi, gerakan seksual ia lakukan tanpa lelah walau kakinya sudah bergetar hebat. Demi menjaga pria ini tetap di sisinya, ia rela melakukan apapun. "Hah hah..." nafas Neira tersengal- sengal. Sei justru tidak menunjukkan sikap apapun selain menatap datar. "Apa kamu sudah lelah Baby?" Neira menggeleng keras. Jika Sei bosan maka pria itu akan pergi menemui Sally. Dan kesempatan untuk mendapatkan uang akan menghilang. Neira ingin membuktikan kalau dia adalah danser yang kompeten sekaligus penyanyi yang bagus. "Demi kamu, aku tidak akan merasa lelah," jawab Neira. Dia kembali mengatur nafasnya dan berdiri. Satu gerakan lagi akan ia tunjukkan. Berharap jika Sei tidak akan pergi karena bosan. Sejujurnya Sei menyukai semangat gadis ini. Sayangnya ia mulai merasa bosan karena tarian Neira yang sama sekali tidak memenuhi keinginannya saat ini. Walau tariannya sangat indah, bukan ini yang ia inginkan. Sei sudah bosan dengan tarian modern seperti ini dan ingin sesuatu yang baru. Sei pun berpikir untuk pergi menemui Sally. "Lalu, lakukan sesuatu agar aku tidak bosan. Saat ini aku tidak sabar untuk segera angkat kaki dari sini, " ujar Sei. Neira mulai panik. Dia harus menyenangkan Sei agar tidak kehilangan pria itu. Neira membutuhkan Sei demi uang dan kekuasaan pria itu. 'Apa yang harus aku lakukan?' tanya Neira dalam hati. Dia memacu otaknya agar menemukan cara untuk menahan Sei di sini. Saat ide terlintas di pikirannya, Neira tanpa ragu melakukannya. Dia pun merutuki dirinya yang bodoh karena tidak menyadari hal ini sebelumnya. "Bagaimana dengan ini?" Neira melepaskan satu persatu pakaian yang ia kenakan. Dia melakukannya dengan seduktif untuk memancing Sei. Pinggul indahnya meliuk seperti ular saat hot pant yang ia kenakan terlepas. Disusul bagian atasnya. Neira bahkan sengaja mendekati ke arah Sei yang saat ini berdiri. Jarinya mulai bereaksi dan membuat Sei tersenyum tipis. Memangnya apa yang bisa menahan pria selain memenuhi kebutuhan biologisnya. "Bagus, akhirnya kamu mengerti apa yang aku inginkan," ucap Sei. Dia kini mulai menyukai apa yang Neira lakukan. Sei bahkan membimbing kepala Neira untuk bergerak sesuai dengan yang ia inginkan. Kegiatan mereka berakhir dengan kondisi tubuh Neira yang berbaring di ranjang dan kelelahan. Sedangkan Sei sedang sibuk memakai pakaiannya kembali. "Tidak bisakah kamu tinggal di sini?" tanya Neira. "Kamu tahu benar kalau aku tidak bisa. Aku ada janji dengan Sally," tolak Sei. Neira tersenyum kecut. "Kamu pasti bosan harus bersama gadis itu." Rupanya ucapan Neira membuat Sei tidak suka. "Jaga mulutmu. Kasih sayang itu tidak memiliki alasan untuk bosan. Hanya wanita yang menjual diri sepertimu yang membuat para pria bosan." Neira cemberut. Ternyata pria ini masih menganggapnya tidak berharga. Padahal ia berharap kalau Sei memiliki sedikit perasaannya untuknya. "Setidaknya aku tidak akan membuatmu bosan. Sebab aku yakin kalau hanya aku yang bisa membuatmu puas di atas ranjang," cibir Neira. Sei menyeringai, apa yang Neira katakan sama sekali tidak salah. Dia menyukai Neira dan liukan tubuhnya saat diatas ranjang. Benar-benar nikmat. "Itulah yang aku suka darimu." *** Membuat Sei pulang dengan puas adalah tujuan yang harus Neira lakukan setiap hari. Sesuatu yang membuatnya merasa terbebani. Dia pun merebahkan dirinya di sofa sambil melihat komentar viewer tentang album yang dirilis, lewat ponsel. Neira sangat puas karena albumnya sukses besar. Hal itu tentu saja tak lepas dari uang Sei yang mendanai albumnya. Juga suara Neura yang indah. 'Semua ini membuatku ingin menaklukkan pria it7 secepatnya, ' batin Neira. Suara telepon rumah berbunyi, penjaga pintu apartemen memberi tahu kalau ada kiriman. Neira menyeringai karena tahu siapa pengirim nya. "Suruh naik ke atas," jawab Neira. Dia tidak sabar menunggu paketnya datang. Beberapa menit kemudian, pintu apartemennya di ketuk. "Permisi, Nona Neira. Kami mengirim pesanan," ucap kurir yang mengetuk pintu masuk apartemen Neira. "Iya." Neira tersenyum, ia yakin kalau kiriman itu berasal dari Sei. Laki-laki bermulut pedas itu tidak pernah lupa memberinya sesuatu jika berhasil memuaskannya. Setelah memberi tips, dan tanda tangan pada kurir, Neira membuka kotak yang dibawa. "Woah, tas yang cantik, " puji Neira. Lihatlah betapa cantik kotak tas ini. Semuanya dikemas dengan rapi dan cantik. Pita yang imut, pengemasan yang sempurna membuat mood Neira naik drastis. Dengan tersenyum ia mengirim pesan pada Sei. To My Daddy Tas yang cantik. Tidak ada balasan. Neira tidak akan protes sebab ia tahu jadwal Sei. Pasti dia bersama Sally. Apalagi yang ia inginkan hanyalah uang Sei. 'Benarkan aku hanya menginginkan uang Sei?' batin Neira. Tidak bisa ia pungkiri kalau Sei yang memiliki segala hal untuk disebut sempurna, yang membuat jantungnya berdetak kencang. Sentuhannya, tatapan matanya, erangan pria itu saat ia puas membayangi Neira dan menjadi sesuatu yang memabukkan. Tidak bisa ia pungkiri kalau ada keegoisan tersendiri di hatinya untuk merebut Sei dari Sally. Neira ingin Sei menjadi miliknya sendiri. 'Suatu saat aku pasti akan merebutmu dari Sally, Sei. Kamu pasti akan jatuh cinta padaku,' batin Neira yang bertekad kuat. Memangnya siapa yang tidak menginginkan pria seperti Sei. Esok hari, artis yang bekerja di bawah salah satu perusahaan Sei dipanggil oleh Sally. Neira adalah salah satu dari mereka. Hal ini menimbulkan sesuatu yang kurang menyenangkan bagi Neira. Dia tidak yakin bisa menahan kecemburuannya. "Jadi Sei juga akan ikut hadir?" tanya Neira pada Johan. Pria itu mengangguk. "Ya, aku disini untuk memberi tahu pesan Mr Sei. Dia bilang agar anda tidak membuat masalah," ucap Johan. "Kita lihat saja nanti," ujar Neira. Ada sesuatu yang ingin ia lakukan pada Sei di depan Sally. Dia ingin memberi kode pada Sally kalau dirinya dan Sei ada hubungan. Niat jahatnya ini ia lakukan agar Sally tahu kalau dirinya dan Sei memiliki hubungan sehingga gadis itu akan melepaskan Sei. Jika hal itu terjadi maka dia akan memiliki Sei seutuhnya. Neira sudah lupa asal usulnya. Sekarang ia memiliki keserakahan dan lupa kalau pria seperti Sei hanya akan memilih wanita kalangan 'Tipan' untuk menjadi istrinya. Neira yang dihujani kemewahan dari Sei merasa statusnya juga naik dan menjadi milyuner baru. Padahal Neira hanya artis pedatang baru yang kebetulan albumnya meledak. Johan agar takut dengan tatapan Neira yang penuh ambisi. Semoga saja dia tidak membuat ulah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD