Ingga Asmarani memperhatikan wajah lelaki tampan asal Yunani yang sedang duduk di kursi pengemudi di sampingnya dengan tatapan yang terlihat terkejut nan tak percaya di saat yang bersamaan. “Aku ..,” ucapnya. Ingga menghela napas sejenak, “Aku tidak bisa, Hamish.” Dahi mulus Hamish langsung mengkerut, “Apa?” Ingga menggeleng perlahan, “Aku tidak bisa menjadi kekasihmu lagi.” “Kenapa?” tanya Hamish yang merasa amat penasaran. Melihat Ingga yang hanya terdiam di kursinya bak seonggok batu, emosi seketika naik dalam benak Hamish. “Jawab aku,” desaknya seraya menatap Ingga tajam. Ingga balik menatap Hamish dengan tatapan yang tak kalah tajamnya, “Karena aku tidak cinta denganmu.” “Benarkah?” Hamish tersenyum sinis, “Bukankah karena sudah ada orang lain di hatimu?” Melihat Ingga yang lag

