Dengan cekatan, Hamish memasukkan kembali ponsel Ingga ke dalam handbag coklatnya. Sebuah ide brilian seketika terbesit dalam benak lelaki tampan asal Yunani itu. Ingga kembali dari kamar mandi tak sampai lima menit kemudian. “Maaf sudah membuat kamu menunggu,” ucapnya seraya merapihkan sejenak rambut panjangnya. Hamish tersenyum ramah, “Tidak apa-apa.” Setelahnya, keduanya berdiri samping-sampingan, memperhatikan indahnya langit senja serta matahari yang tak lama lagi akan tenggelam. Hamish lanjut bicara, “Langitnya indah sekali, kan?” Ingga mengangguk seraya tersenyum, “Iya .. Aku suka sekali pemandangan di balkon rumahmu, Hamish.” Hamish terdiam sejenak sebelum kembali bicara. “Ingga?” ucapnya seraya menatap wajah perempuan cantik yang sedang berdiri di sampingnya. Ingga langsung

