Begitu kembali ke kamar tidurnya dan menyalakan kembali ponselnya yang tadi memang sengaja dimatikan, kedua mata indah Ingga langsung membulat seketika dirinya mendapati betapa banyaknya panggilan tak terjawab yang masuk dalam notifikasi ponselnya. Ada dua puluh tujuh panggilan tak terjawab, dan semuanya berasal dari orang yang sama: Keenan Lorenzo, kekasih hatinya. “Keenan?” ucap Ingga dengan tangan yang terlihat sedikit gemetar dan jantung yang sedikit berdegup lebih kencang. Lelaki tampan keturunan setengah Italia itu meneleponnya kembali beberapa saat setelahnya. Ingga langsung mengangkat panggilan masuknya secepat kilat yang menyambar, “Halo?” “Kamu ke mana saja sih?!” ucap Keenan dengan nada bicaranya yang terdengar amat kesal. Suara Keenan yang terdengar amat menggelegar itu suk

